Sawah Gagal Panen di Leuwibudah akibat Kekeringan Dekat dengan Sumber Air

Lahan sawah seluas 17 hektar di kampung Legok Cimanggu yang mengalami gagal panen, diakui Kepala Desa Leuwibudah Encang Priatna sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. Kami pemerintahan desa sudah menindaklanjuti keluhan para pet

Sawah Gagal Panen di Leuwibudah akibat Kekeringan Dekat dengan Sumber Air

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Lahan sawah seluas 17 hektar di kampung Legok Cimanggu yang mengalami gagal panen, diakui Kepala Desa Leuwibudah Encang Priatna sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. "Kami pemerintahan desa sudah menindaklanjuti keluhan para petani dengan menyampaikan ke Dinas Pertanian supaya bisa diperhatikan," ungkap Encang Priatna, Selasa (30/6/2015). Dalam laporan ke Dinas Pertanian, Encang menyebut jika pesawahan di kampung Legok Cimanggu sangat membutuhkan air karena mengalami kekeringan yang lumayan parah. "Areal tersebut sangat membutuhkan saluran untuk bisa mengairi sekitar 17 hektar tanaman padi. Kami berharap ada bantuan dan perhatian dari pihak Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun pusat," paparnya Encang menjelaskan, sekitar 700 meter dari pesawahan terdapat sumber mata air. Namun pihak desa belum bisa membangun saluran untuk mengairi pesawahan karena terkendala masalah anggaran. "Tidak jauh dari lokasi sekitar 700 meter ada sumber air, tapi kami belum bisa membangun.  Jadi mesti diketahui,  petani dalam menggarap sawahnya ketergantungan pada turunnya hujan. Jadi kami meminta perhatian pemerintah," tegasnya (Nanang Yudi/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA