Prihatin Terhadap Masyarakat Miskin, Pemuda Ini Menjadi Inisiator Menggalang Nurani

Banyaknya masyarakat tidak mampu dan butuh uluran tangan bahkan tidak ada perhatian dari pemerintah, Sugih Hartono, seorang pemuda lulusan Unikom Bandung, asal Desa Karangmekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. menggagas kegiatan sosial M

Prihatin Terhadap Masyarakat Miskin, Pemuda Ini Menjadi Inisiator Menggalang Nurani

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Banyaknya masyarakat tidak mampu dan butuh uluran tangan bahkan tidak ada perhatian dari pemerintah, Sugih Hartono, seorang pemuda lulusan Unikom Bandung, asal Desa Karangmekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. menggagas kegiatan sosial "Menggalang Nurani." Tujuannya, untuk mengetuk hati para agnia maupun pejabat untuk membantu sesamanya khususnya fakir miskin  yang jelas sangat membutuhkan bantuan. "Gerakan ini sepenuhnya untuk masyarakat yang membutuhkan, karena tenyata di pelosok masih banyak warga yang sangat butuh uluran tangan karena dibawah garis kemiskinan yang tidak tersentuh oleh tangan-tangan penguasa dan pemerintahan," ungkap Sugih Hartono, Kamis (26/5/2016). Kegiatan sosial tersebut telah melahirkan dan mengumpulkan dana untuk pembangunan rumah seorang jompo yang kediamannya sudah tidak layak huni. Karena dengan susahnya menembus ling kekuasaan dan mekanisme yang bertele-tele akhirnya dengan menggalang nurani melalui medsos dan lainnya bisa terbukti. "Awal mulanya penggalangan dana ini dilakukan murni sebagai bentuk prihatin yang mendalam  terhadap masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan dan kurang tanggapnya Pemerintah Desa, Kabupaten maupun pusat. Program Rutilahu seolah menjadi janji kosong pemerintah," tegasnya. Dalam satu sisi birokrasi yang rumit dan selalu harus mengandalkan adanya SK Kemenkumham, sehingga smenjadi ganjalan warga untuk mendapat akses mudah untuk mendapatkan bantuan. "Sebagai Inisiator, tentunya hal tersebut sangat miris melihat keadaan dan kondisi rumah atau warga yang sangat membutuhkan bantuan hanya bias meratap tanpa bisa berharap banyak. Saya memandang dimana hati nurani pemerintah melihat kondisi demikian," ucapnya. Akhirnya, lanjut Sugih, dirinya bergerak cepat dengan satu-satunya jalan  tanpa mengandalkan dana dari pemerintah."Akhirnya saya selaku inisiator mencoba memberanikan diri mencari simpati dari warga Media Sosial Facebook, BBM, Twitter, Line dan Whatsapp dengan cara mempublikasikan photo dan mendeskripsikan Target,"paparnya.. (Nanang/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA