Polisi Banjar Gagalkan Penyelundupan Gas Elpiji

Upaya penyelundupan gas elpiji 3 kilogram dari Kota Banjar ke Kota Tasikmalaya berhasil digagalkan jajaran Satreskrim Polresta Banjar. Sabtu (27 06 215) malam, sekitar jam 23.30 WIB, berhasil mengamankan satu unit mobil pick up warna hitam dengan Nopol

Polisi Banjar Gagalkan Penyelundupan Gas Elpiji

BANJAR, FOKUSJabar.com: Upaya penyelundupan gas elpiji 3 kilogram dari Kota Banjar ke Kota Tasikmalaya berhasil digagalkan jajaran Satreskrim Polresta Banjar. Sabtu (27/06/215) malam, sekitar jam 23.30 WIB, berhasil mengamankan satu unit mobil pick up warna hitam dengan Nopol F 8912 WK, yang bermuatan tabung gas elpiji 3 kilogram sebanyak 180 buah. Diduga gas elpiji tersebut akan diselundupkan ke daerah Tasikmalaya, dan diambil dari beberapa agen gas elpiji di Kota Banjar. Pelakunya diketahui berinisial AH (28), dan IY (40). Keduanya warga Kampung Ranto, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Tasikmalaya. Mereka pun langsung menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Banjar. Menurut keterangan AH, salah satu pelaku, bahwa dirinya membawa tabung gas elpiji ini akan dijual ke daerah Tasikmalaya. “Tabung gas elpiji ini nantinya akan saya edarkan di wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya,” tutur AH, Seperti dilansir harapanrakyat.com, saat ditemui di ruang Satreskrim Polresta Banjar. Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjar, Ajun Komisaris Shohet, mengatakan, penangkapan kendaraan bermuatan tabung gas elpiji itu berdasarkan dari laporan masyarakat, dimana masyarakat sudah curiga terhadap mobil tersebut yang sering membawa tabung gas elpiji setiap malam. Atas adanya laporan itu, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk menyelidiki di lapangan, dan benar saja mobil pick up itu itu tengah mengangkut tabung gas elpiji 3 kilo gram di sejumlah agen di Kota Banjar. Kemudian, mobil anggota Satreskrim pun mengikuti mobil pick up yang dicurigai itu hingga akhirnya berhasil dihentikan di sekitar tugu perbatasan Banjar-Ciamis, tepatnya di Lingkungan Ampelkoneng, Kelurahan Situbatu, Kec/Kota Banjar, dan mobil pelaku digiring ke Makopolres Kota Banjar. “Berdasarkan aturan, gas elpiji bersubsidi yang dilarang diperjualbelikan lintas wilayah, maka pelaku melanggar Undang Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Migas, dan dikenai Pasal 55 dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara,” kata Shohet. (DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA