Pencabutan Perda Miras Harus Dibarengi Pengawasan

Kementerian Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo berencana akan mencabut 3.266 Peraturan Daerah (Perda) yang dianggap menghambat investasi dan pembangunan di Indonesia. Salah satunya Perda peredaran minuman keras. Hal tersebut mendapat tanggapan dari anggota Komi

Pencabutan Perda Miras Harus Dibarengi Pengawasan

GARUT, FOKUSJabar.com : Kementerian Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo berencana akan mencabut 3.266 Peraturan Daerah (Perda) yang dianggap menghambat investasi dan pembangunan di Indonesia. Salah satunya Perda peredaran minuman keras. Hal tersebut mendapat tanggapan dari anggota Komisi X DPR RI, Ferdiyansah yang juga anggota Fraksi Golongan Karya. Menurutnya, pencabutan Perda tentang peredaran minuman keras harus dibarengi dengan rencana pengawasan kedepan. Jangan sampai Perda Miras dicabut, nantinya peredaran miras di Indonesia makin tidak bisa dicegah. "Seharusnya pemerintah mencabut Perda Miras, diikuti oleh kebijakan yang lain, misalnya, bagaimana pengawasannya, apakah bisa dijamin kalau peredaran miras akan kecil, terus apakah pemerintah akan menjamin juga jika banyak orang yang masuk minimarket usianya diatas 21 tahun," jelasnya, Minggu (22/5/2016) saat melakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Garut. Gia juga akan mengkritisi dengan rencana Kemendagri mencabut Perda Miras jika tidak ada faktor pengawasannya yang menjamin. Rencana tersebut harus dikaji ulang. Jangan sampai nantinya bertentangan dengan hukum. "Jangan dikatakan tidak setuju dengan pencabutan Perda Miras, saya tegaskan kaji ulang," sebut Ferdiyansah. Diakuinya, jika Perda miras tersebut rencananya akan dicabut oleh Kemendagri, tidak akan ada yang bertentangan dengan hilarki hukum. Namun itu juga dilihat dari kearifan daerahnya. Misalnya, di Garut dan Tasikmalaya. meskipun dijadikan sebagai tempat wisata, dirinya tidak setuju dengan Perda Miras tersebut untuk dicabut. " Saya ingatkan kembali Kemendagri, kalau mencabut Perda Miras harus koordinasi dulu dengan Kementerian Perdagangan dan Kepolisian," pungkasnya. (Deni Rinjani/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA