Penataan Alun-Alun Malangbong Garut Belum Rampung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, saat ini tengah gencar gencarnya melakukan penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat perkotaan hingga tingkat kecamatan. Sejauh ini berdasarkan hasil pantauan

Penataan Alun-Alun Malangbong Garut Belum Rampung

GARUT, FOKUSJabar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat perkotaan hingga tingkat kecamatan. Sejauh ini berdasarkan hasil pantauan FOKUSJabar.com, Alun-alun Malangbong kini bersih dari PKL. Sayangnya, penataan dan penertiban arealnya belum sepenuhnya rampung. [caption id="attachment_138999" align="aligncenter" width="735"] Pasar Malangbong (Foto : Bambang F)[/caption] Hal tersebut dibenarkan tokoh muda Malangbong, Totoh. Menurut dia, sejumlah kios yang ada di pinggir Alun-alun Malangbong masih tetap melakukan aktivitas. Selain itu  bangunan eks kios yang berada di tengah alun-alun kendati tidak digunakan, namun bekas bangunannya masih berdiri kokoh. “ Jika tidak segera dibongkar, saya khawatir membuka celah kekumuhan khususnya di sekitar pusat kota dan alun-alun Malangbong,” kata Totoh, Selasa (30/6/2015). Sementara itu, kios-kios yang saat ini masih digunakan, konon akan segera dibongkar. Begitupun, Pos Lantas yang berada di areal  Alun-alun Malangbong pun turut dibongkar. [caption id="attachment_139000" align="aligncenter" width="735"] Pasar Malangbong (Foto : Bambang F)[/caption] Kendati demikian,  PT Trimurti pelaksana pembangunan Proyek Pasar Malangbong sudah menyiapkan bangunan Pos Lantas yang baru. Lokasinya, tepat berada di areal  Pasar Malangbong. Tokoh Malangbong lainnya, Engkuh Abdulah Faqih menyayangkan pembangunan Pos Lantas di tempat baru. Betapa tidak, di tempat lama lokasinya strategis berada di sudut pertigaan jalur Bandung - Tasikmalaya dan jalur Malangbong - Sumedang. Selain mempersempit areal parkir, lalu lintas terganggu sehingga menyulitkan untuk melakukan bongkar muat barang dagangan. Terlebih, para PKL yang berjualan pada malam hari harus menggeser dan saling berbagi lahan jualan. (Bambang Fouristian/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA