Pembebasan Tanah Tol Cisumundawu Tersendat

Harga ganti rugi pembebasan tanah proyek tol Cisumundawu (Cileunyi Sumedang Dawuan) belum disepakati warga. caption id attachment 117261 align aligncenter width 638 Proyek Tol Cisumundawu caption Warga menawarkan harga sebesar Rp7 juta permet

Pembebasan Tanah Tol Cisumundawu Tersendat

SUMEDANG, FOKUSJabar.com. Harga ganti rugi pembebasan tanah proyek tol Cisumundawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) belum disepakati warga. [caption id="attachment_117261" align="aligncenter" width="638"] Proyek Tol Cisumundawu[/caption] Warga menawarkan harga sebesar Rp7 juta permeter persegi atau Rp98 juta pertumbak. Sementara harga tawar hanya Rp900 ribu permeter persegi atau Rp12,6 juta pertumbak. Belum adanya kesepakatan harga ganti rugi tanah ini, membuat proses pembangunan tol Cisumundawu kembali merentang waktu. Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Zaenal Alimin, mengatakan musyawarah penawaran harga ganti rugi tanah ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada waktu yang tidak ditentukan. "Musyawarah pertama dilakuka Kamis (26/3) kemarin. Belum sepakat harga yang diinginkan warga terlalu mahal, harga tawar proyek juga terlalu rendah, masih dibawah pasaran, " ujar Zaenal Alimin, Senin (30/3/2019) Pembangunan tol Cisumundawu ini ditangani oleh Pemprov Jabar melalui BUMD Provinsi Jabar, PT Jasa Sarana. Pembangunan tol untuk mempercepat akses Bandung - Sumedang - Cirebon, dan mengurai kemacetan. Lahan di Desa Jatimulya yang dilalui tol seluas 8 hektare terdiri dari 103 bidang. Penggantian ganti rugi dibagi ke dalam empat zona di Desa Jatimulya. Zona I di pinggir jalan nasional Sumedang-Cirebon, Jalan Prabu Gajah Agung seluas 235 meter persegi milik dua orang. Zona II tanah pemukiman yang berada di pinggir jalan kabupaten, Bojong - Tanjungkerta dengan penawaran harga dari proyek Rp 710 ribu permeter. Sementara pemilik mengajukan Rp 3,5 juta permeter. Zona III tanah pemukiman yang berada di belakang zona II dengan harga penawaran proyek Rp 430 ribu permeter sementara pemilik mengajukan Rp 2,5 juta permeter. Zona IV sawah/kebun, proyek tol mengajukan harga Rp 390 ribu per meter sementara warga Rp 1,5 juta per meter. Musyawarah ganti rugi tanah kata Zaenal Alimin maksimal dilakukan tiga kali musyawarah. Musywarah lanjutan akan dijadwalkan kembali namun belum dipastikan waktunya. (DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA