Paska Razia Bakso Celeng, Penjualan Bakso Menurun

SUKABUMI, FOKUSjabar.com Penjual bakso di Kota Sukabumi mengaku penjualan mereka turun drastis paska digelarnya razia bakso celeng di Kota Sukabumi. Penurunan mencapai kisaran 20 persen hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal. Satu orang p

Paska Razia Bakso Celeng, Penjualan Bakso Menurun

SUKABUMI, FOKUSjabar.com: Penjual bakso di Kota Sukabumi mengaku penjualan mereka turun drastis paska digelarnya razia bakso celeng di Kota Sukabumi. Penurunan mencapai kisaran 20 persen hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal. ‘’ Satu orang pedagang bakso yang pakai daging celeng, pedagang bakso lain kena dampaknya,’’ ujar Suparmin mewakili Paguyuban Pedagang Bakso Sukabumi, Kamis (26/3/2015). Pedagang bakso lainnya menurut Suparmin  menggunakan bakso murni daging sapi. Menurut Suparmin pedagang bakso di Kota Sukabumi mencapai ribuan. Oknum pedagang bakso yang ketahuan menggunakan bakso celeng bukan anggota Paguyuban Pedagang Bakso Sukabumi. "Kami malah mendukung kepolisian menindak yang menggunakan daging celeng atau babi, karena merugikan bagi konsumen muslim," ujarnya, Bahan baku daging pembuat bakso saat ini memang mengalami kenaikan, sehingga memungkinkan oknum pedagang menggunakan bahan baku dari daging celeng. ‘’Kami yakin kalau anggota paguyuban bebeas daging celeng, kami siap diperiksa," terang Suparmin. Ketua Paguyuban Pedagang Bakso Sinar Baja Sukabumi Yudi Ismanto menambahkan, tidak semua pedagang bakso menggunakan daging celeng sebagai campuran. ‘’ Kondisi ini kita coba pahamkan kepada masyarakat khususnya pelanggan bakso agar tidak takut mengkonsumsinya,’’ ujar dia. Yudi mengatakan, omzet penjualan bakso memang sudah menurun sebelum munculnya kasus bakso celeng. Namun, dengan terungkapnya kasus ini maka omzet pedagang dipastikan akan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. (Mochamad Satiri/ DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA