Pabrik Sabut Kelapa Tidak Ramah Lingkungan

Pencemaran limbah pabrik sabut kelapa di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, mengusik kenyamanan warga setempat. Pasalnya, kini limbah pabrik sabut telah menumpuk di aliran irigasi dan menyebabkan aliran air tersumbat dan menggenang ketika hujan. caption

Pabrik Sabut Kelapa Tidak Ramah Lingkungan

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pencemaran limbah pabrik sabut kelapa di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, mengusik kenyamanan warga setempat. Pasalnya, kini limbah pabrik sabut telah menumpuk di aliran irigasi dan menyebabkan aliran air tersumbat dan menggenang ketika hujan. [caption id="attachment_151602" align="aligncenter" width="638"] Pabrik Sabut Kelapa (foto.web)[/caption] “Memang pabrik ini berdiri hampir lima tahun, tapi sekarang sisa sabut kelapa malah mencemari lingkungan, dan memadati aliran air irigasi, ” kata Sekretaris Desa Ciliang Suhli, Rabu (05/08/2015) . Belakangan ini kata Suhli sudah banyak warga yang mengeluhkan dampak dari limbah sisa sabut kepala yang berserakan. Jika hujan sisa sabut menyumbat di irigasi dan menjadi genangan, sementara jika kemarau sisa sabut berterbangan ke permukiman warga, belum lagi polusi udara dari bau sisa sabut kelapa. “Keberadaan pabrik sabut kelapa saat ini ada nilai positifnya karena dapat mengurangi jumlah pengangguran dan bisa menyerap tenaga kerja, namun hal negatifnya juga berdampak pada lingkungan,” jelas Suhli. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Pangandaran Ipuy Purwati, membenarkan adanya keluhan pencemaran pabrik sabut kelapa tersebut. BPLH sudah mengintruksikan kepada Kepala Seksi Pencemaran untuk melakukan survey terkait kelayakan standar perusahaan dan dokumen lingkungan. “Kami hanya menampung aspirasi warga terkait keberadaan pabrik sabut kelapa itu. Hasilnya akan ditindaklanjuti setelah ada laporan dari tim survey,” kata Ipuy. (SM/Den)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA