Musim Kemarau, Jadi Berkah Tersendiri bagi Penjual Layang-layang

Musim kemarau bagi sebagian orang, terutama petani serta pemilik kolam, adalah hal yang bisa menyengsarakan. Dengan kemarau dipastikan persediaan air akan berkurang. Namun bagi sebagian orang, musim kemarau justru mejadi berkah. Dan salah satunya ad

Musim Kemarau, Jadi Berkah Tersendiri bagi Penjual Layang-layang

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Musim kemarau bagi sebagian orang, terutama petani serta pemilik kolam, adalah hal yang bisa menyengsarakan. Dengan kemarau dipastikan persediaan air akan berkurang. Namun bagi sebagian orang, musim kemarau justru mejadi berkah. Dan salah satunya adalah penjual layangan dan perlengkapan permainanya. [caption id="attachment_139227" align="aligncenter" width="735"] Yadi Saat Menggulung Gelasan Dilapaknya[/caption] "Sudah belasan tahun, Saya berjualan layangan serta semua perlengkapanya tiap datangnya musim kemarau," kata Yadi (45), warga Lingkungan Cilame Kelurahan Ciamis saat ditemui di Pasar Manis Ciamis, Rabu (1/7/2015). Yadi menjelaskan, dirinya secara rutin berjualan layangan setiap musim kemarau tiba untuk menambah biaya hidup sehari-harinya. "Saya berjualan ini dalam satu tahun dua kali, saat musim kemarau tiba. Namun lamanya saya berjualan tergantung dari cuaca itu sendiri. Kalau musim kemaraunya agak lama, jualannya pun lama," jelas Yadi. Yadi melanjutkan, untuk musim kemarau kali ini yang bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan membuat pembeli yang datang kelapaknya lumayan cukup tinggi. "Karena bertepatan dengan bulan puasa. Alhamdulilah pembeli cukup ramai. Terutma anak-anak," jelasnya. Sementara harga yang ditawarkan untuk benang gelasan yang ada di kiosnya cukup murah. "Cukup membawa uang dua ribu rupiah, pembeli bisa membawa pulang benang gelasan yang cukup untuk bisa bermain layangan dengan tenang," pungkasnya. (Husen Maharaja/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA