Lagi, Dugaan Trafficking Menimpa Warga Garut

Belum selesai proses pemulangan Sri Muliati (korban trafficking), kini delapan warga Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan dilaporkan menjadi korban trafficking di Bali. Istri salah seorang korban, Yanti mengaku bahwa suaminya bernama Dadang Kurnia da

Lagi, Dugaan Trafficking Menimpa Warga Garut

GARUT, FOKUSJabar.com: Belum selesai proses pemulangan Sri Muliati (korban trafficking), kini delapan warga Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan dilaporkan menjadi korban trafficking di Bali. Istri salah seorang korban, Yanti mengaku bahwa suaminya bernama Dadang Kurnia dan tujuh rekan sekampung lainnya pergi untuk bekerja sebagai nelayan. Ke delapan warga itu akan bekerja sebagai nelayan ikan tuna dengan gaji Rp4 juta hingga Rp10 juta. "Informasi dari suami saya dulu, suami saya hanya bekerja sebagai nelayan dengan gaji Rp25 ribu per hari," jelas Yanti, Sabtu (28/3/2015). Lebih lanjut Yanti mengungkapkan, tujuh rekan suaminya pun setibanya di Bali tidak dikirim ke perusahaan, namun seperti 'diperjualbelikan' seperti binatang. "Sekarang saya bingung harus mengadu ke mana," tuturnya. (Tasdik/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA