Komite Hijau "Tantang" Bupati Garut Tutup Aktivitas PT. Kydo dan Piranty Indonesia

Sekretaris Komite Hijau, Roni Faisal Adam tantang Bupati Garut, Rudy Gunawan menutup aktivitas PT Kydo Indonesia dan PT. Piranty yang kini tengah ancang ancang mendirikan bangunan pabrik di wilayah Kecamatan Cibatu. Menurut Roni, sebelum mengantongi Izin

Komite Hijau

GARUT, FOKUSJabar.com : Sekretaris Komite Hijau, Roni Faisal Adam tantang Bupati Garut, Rudy Gunawan menutup aktivitas PT Kydo Indonesia dan PT. Piranty yang kini tengah ancang-ancang mendirikan bangunan pabrik di wilayah Kecamatan Cibatu. Menurut Roni, sebelum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan regulasinya jelas, ke-dua perusahaan tersebut mesti dihentikan terlebih dulu dari segala aktivitasnya. “ Kami tantang Bupati untuk menghentikan aktivitas PT. Kydo dan PT. Piranty. Jika tidak punya nyali berarti hanya Omong Doang (Omdo),” sebut Roni, Jumat (20/1/2017). Roni mengaku heran atas sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Garut yang terkesan membiarkan kedua perusahaan tersebut yang jelas-jelas dalam aktivitasnya belum mengantongi izin. Terlebih, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No29 tahun 2011 tentang Tata Ruang, Kecamatan Cibatu bukan merupakan kawasan industri. " Banyak kejanggalan dan pelanggaran yang dilabrak pihak pengusaha," tuding Roni, di Gedung DPRD, Jalan Patriot Garut. Pihaknya bersama warga sudah beberapa kali meminta Pemda menghentikan aktivitas PT. Kydo Indonesia sebelum mengantongi IMB, namun tak memiliki keberanian dan terkesan membela pihak pengusaha. Diberitakan FOKUSJabar.com sebelumnya, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku sudah menginstruksikan pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitasnya sebelum mengantongi IMB. ” Memang benar, pembangunan pabrik di Cibatu belum mengantongi IMB. Hanya saja, menurut keterangan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT), perizinannya tengah ditempuh. Bahkan, pihak perusahaan sudah menghentikan kegiatan pembangunannya,” kata Bupati Rudy. Rudy mengatakan, saat ini di Cibatu terdapat dua perusahaan tengah melakukan pembangunan. Yakni, PT. Piranty Indonesia dan PT. Kydo Indonesia. Keduanya masih menempuh perizinannya termasuk izin Amdal Lalin. ” PT. Kydo Indonesia izinnya sudah terbit. Sementara PT. Piranti masih dalam proses,” sebut Bupati. (Bam’s)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA