Di Kota Intan Nenek Ini Sering Kelaparan

Kota Intan, begitu sapaan akrab untuk Kabupaten Garut yang juga terkenal dengan batu akik berkelas. Ketenaran Kabupaten Garut ternyata tak seindah terdengar di telinga. Di sebuah desa di pinggiran Garut ternyata masih ada warga yang bukan hanya kesulita

Di Kota Intan Nenek Ini Sering Kelaparan

GARUT,FOKUSJabar.com: Kota Intan, begitu sapaan akrab untuk Kabupaten Garut yang juga terkenal dengan batu akik berkelas. Ketenaran Kabupaten Garut ternyata tak seindah terdengar di telinga. Di sebuah desa di pinggiran Garut ternyata masih ada warga yang bukan hanya kesulitan menjalani hidup, namun untuk sekedar makan saja sulit. [caption id="attachment_117230" align="aligncenter" width="1024"] Mak Yayah memerangi perut yang terbiasa jarang diasupi makanan di pintu rumahnya, (Foto: Bambang)[/caption] Adalah Yayah, wanita 70 tahun ini tinggal di RT01/RW01 Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja di rumah berukuran 3X2 meter persegi. Nenek itu hanya bisa menyantap makanan setelah tetangganya meminta tenaganya untuk mencuci pakaian, membersihkan halaman rumah tetangga atau membuat bata (ngaluluh). Miris, wanita setua itu tak mampu menikmati masa tuanya hanya karena faktor ekonomi yang membelitnya. "Kalau ada yang nyuruh kerja baru bisa makan," tutur Yayah di rumah tercintanya, Minggu (29/3/2015). Saat FOKUSJabar.com menyambangi kediamannya, nenek itu sangat berharap jika yang datang itu adalah Pemerintah Kabupaten Garut yang akan membantu meringankan beban hidupnya. Malang benar nasib Mak Yayah, hidup sendiri memaksanya harus memutar otak untuk terus bertahan. (Bambang Fouristian/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA