Dedi Mulyadi Minta Jatah Mobdin DPRD Jabar Fraksi Golkar Dialihkan untuk Bencana

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi meminta jatah mobil dinas untuk 17 anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar dialihkan untuk dana bencana. Jika dihitung harga mobil Toyota Fortuner senilai Rp500 juta dan dikalikan jumlah dewan asal Golkar, nilainya cuk

Dedi Mulyadi Minta Jatah Mobdin DPRD Jabar Fraksi Golkar Dialihkan untuk Bencana

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi meminta jatah mobil dinas untuk 17 anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar dialihkan untuk dana bencana. Jika dihitung harga mobil Toyota Fortuner senilai Rp500 juta dan dikalikan jumlah dewan asal Golkar, nilainya cukup untuk membangun kembali Desa Sukakerti, Cisalak, Kabupaten Subang yang diterjang banjir bandang. "Kalau alokasi untuk Golkar Rp10 milyar, geser saja nomenklaturnya beres. Itu bisa digeser untuk penanganan di Sukakerti," kata Dedi di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Kamis (26/5/2016). Dia mengatakan bahwa Golkar akan mengikhlaskan dana sebesar itu untuk penanganan pasca banjir di Subang agar cepat teratasi. Dedi yang sempat berkunjung ke lokasi bencana mengungkapkan, berdasarkan catatan BPBD Subang, kerugian akibat banjir itu mencapai Rp15 milyar. "Jadi, Golkar mengikhlaskan dana untuk Fortuner untuk diarahkan ke masyarakat yang terkena bencana di Sukakerti," jelasnya. Pihaknya masih menunggu sikap DPRd Jabar terkait pembelian mobil untuk 96 anggota dewan itu. Jika mobil tersebut belum dibeli, jangan dipaksakan membeli. "Jatah yang anggota Golkar jangan dibelikan," tuturnya. Lebih lanjut Dedi menegaskan bahwa Golkar tetap menolak pengadaan mobil mewah itu. Bahkan pihaknya meminta DPRD Jabar dan Pemprov tidak memaksakan memberikan jatah pada anggotanya. Dedi memaparkan masyarakat Sukakerti kehilangan harta benda akibat bencana tersebut. Biaya recovery Rp15 miliar nantinya akan diperuntukan untuk membangun rumah, sawah, kolam dan kehilangan serta kerugian warga yang lain. "Dana Rp15 milyar itu dari Pemprov saja karena uangnya ada.  Kalau dari Subang nggak sanggup. Sekarang dipotong biaya Fortuner untuk Golkar, beban Pemprov kan semakin kecil, ini kan uang rakyat juga," tegas dia. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA