Cie! Penghasilan PL Lebih Tinggi dari Gaji Guru Honor di Garut

Gaji guru honorer di Kabupaten Garut minim bahkan cenderung tidak layak. Padahal pengabdian mereka tak jauh berbeda dengan guru PNS yang gajinya lebih dari cukup. Di Kabupaten Garut, gaji tenaga honorer hanya Rp60 ribu atau Rp2 ribu per hari. Gaji guru h

Cie! Penghasilan PL Lebih Tinggi dari Gaji Guru Honor di Garut

GARUT, FOKUSJabar.com: Gaji guru honorer di Kabupaten Garut minim bahkan cenderung tidak layak. Padahal pengabdian mereka tak jauh berbeda dengan guru PNS yang gajinya lebih dari cukup. Di Kabupaten Garut, gaji tenaga honorer hanya Rp60 ribu atau Rp2 ribu per hari. Gaji guru honorer di Garut bahkan lebih rendah dari pendapatan Pemandu Lagu (PL) yang dibayar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per jamnya. Salah seorang guru honor di Kecamatan Cibatu Aep Saepudin menyebut, gaji yang diterima tak sesuai dengan harapan. Bahkan bisa dikatakan komedi kehidupan karena profesi mulia tergerus oleh kenyataan hidup. Padahal saat mendidik dan berupaya mencerdaskan anak bangsa, peran serta tanggung jawab guru honorer tak ada bedanya dengan guru PNS. Namun pemerintah tidak mau tahu itu. Terkait hal tersebut, Aep Saepudin meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memperhatikan nasib para guru honorer dan sukwan sesuai janji Bupati Rudy Gunawan yang akan meningkatkan kesejahteraan dari Rp60 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan. "Saat kampanye Pilkada lalu, pasangan Rudy-Helmi berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para guru honor dari Rp60 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan. Memasuki tahun kedua, semua janji itu belum juga direalisasikan,” kata Aep, Rabu (5/8/2015). Dia pun mendesak Pemkab untuk merevisi Perda No11 tahun 2011 tentang pendidikan untuk memuat perlindungan/proteksi terhadap kesejahteraan guru dan karyawan honorer. Kendati gaji sebagai guru honor tak memadai atau jauh lebih rendah ketimbang penghasilan PL, dia mengaku mencintai profesi guru dan tetap bertekad mengajar demi mencerdaskan generasi muda. “ Sesuai janji-janjinya pak bupati, saya berharap Pemkab segera memperhatikan guru honor agar kesenjangan dan kesejahteraan kami lebih baik,” pungkasnya. (Bambang Fouristian/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA