Burayot, Kue Khas Lebaran Asal Garut

Warga Garut mungkin sudah tidak asing lagi dengan burayot, kue khas Garut yang bisa ditemui di sejumlah kecamatan. Dengan aroma yang khas dan manis sebagai rasa dasar ditambah tekstur burayot yang renyah. Pada bulan Ramadhan ini Burayot, mungkin buka

Burayot, Kue Khas Lebaran Asal Garut

GARUT, FOKUSJabar.com: Warga Garut mungkin sudah tidak asing lagi dengan burayot, kue khas Garut yang bisa ditemui di sejumlah kecamatan. Dengan aroma yang khas dan manis sebagai rasa dasar ditambah tekstur burayot yang renyah. Pada bulan Ramadhan ini Burayot, mungkin bukan menjadi makanan yang paling diburu masyarakat untuk dijadikan makanan cemilan pembuka puasa. Namun menjelang H-1 hingga usai Lebaran, kue burayot akan menjadi primadona. Pasalnya, suasana lebaran akan terasa belum lengkap tanpa penganan kue burayot, meski berbagai macam kue disediakan. [caption id="attachment_138267" align="aligncenter" width="463"] Irma Ridyawati sdang mempraktekan membuat burayot (Foto : Tasdik)[/caption] Pemilik rumah produksi 'Bulilis' (Burayot amis geulis), Irma Ridyawati, bisnis burayot paling laris manis pada hari-hari biasa untuk keperluan oleh-oleh dan makanan yanag disajikan pada acara-acara besar. "Jadi kalau selama bulan puasa, saya berhenti produksi. Baru nanti menjelang lebaran pasti pesanan akan membludak, " ujar Irma saat ditemui wartawan di Kampung Cilageni RT 003 Rw 011, Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, baru-baru ini. Menurut ibu yang sudah menggeluti produksi burayot sejak 7 tahun lalu, burayot terbuat dari bahan-bahan yang tidak sulit ditemukan di banyak tempat. Yaitu tepung beras, gula merah dan garam, serta bisa dikerjakan di rumah. Tetapi yang unik, kata Irma, cara membuat burayot yakni adonan dibentuk bulat seperti bola-bola lalu pipihkan, dan masukan ke dalam minyak yang sudah dipanaskan. "Diamkan beberapa saat di dalam penggorengan lalu angkat menggunakan kayu berbentuk sumpit, tiriskan biarkan menggantung beberapa saat agar menghasilkan bentuk yang diinginkan," terangnya. Harga burayot sendiri sangat terjangkau hanya seribu rupiah per buah, atau dalam bentuk kemasan dengan mempergunakan besek (istilah sunda) ukura kecil dan besar seharga Rp25 ribu hingga Rp40 ribu. "Soal harga jangan khawatir, terjangkau dan ekonomis, " pungkasnya. (Tasdik/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA