Bulan Ramadhan, Antara Perda K3 dan Pedagang Musiman di Taman Raflesia

Bulan suci Ramadan adalah bulan berkah bagi setiap pedagang musiman yang selalu memburu tempat keramaian. Dan Taman Raflesia Alun alun Ciamis adalah salah satu tempat tujuan yang didatangi mayoritas masyarakat Ciamis untuk ngabuburit. Kondisi tersebut t

Bulan Ramadhan, Antara Perda K3 dan Pedagang Musiman di Taman Raflesia

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Bulan suci Ramadan adalah bulan berkah bagi setiap pedagang musiman yang selalu memburu tempat keramaian. Dan Taman Raflesia Alun-alun Ciamis adalah salah satu tempat tujuan yang didatangi mayoritas masyarakat Ciamis untuk ngabuburit. Kondisi tersebut tentu saja menjadi ladang rejeki para pedagang musiman. Dengan lokasi taman yang refresentatif, para pedagang pun mulai menggelar dagangannya. [caption id="attachment_139244" align="aligncenter" width="735"] Larangan Berjualan di Taman Raflesia Ciamis (Foto : Riza M)[/caption] Namun kondisi tersebut terlihat berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Kordinator Pemuda Galuh, Eka Muntaha menuturkan, meski sudah ada larangan untuk tidak berjualan di Taman Raflesia Alun-alun Ciamis sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 tahun 2010 tentang K3 (ketertiban, kebersihan dan keindahan), namun aturan tersebut tidak diindahkan sejumlah PKL. Bahkan jumlah pedagang di bulan Ramadhan pun semakin banyak yang setiap hari memenuhi taman alun-alun ciamis. "Ini jelas merupakan kurangnya ketegasan dari pihak pemerintah Ciamis," ujar Eka. [caption id="attachment_139245" align="aligncenter" width="735"] Larangan Berjualan di Taman Raflesia Ciamis (Foto : Riza M)[/caption] "Percuma ada imbauan spanduk tentang larangan berjualan di Taman Raflesia Alun-alun Ciamis, kalau nyatanya setiap hari PKL malah makin memenuhi areal taman untuk meraup untung dari berjualan di bulan ramadhan," tuturnya. Eka menambahkan, meski semua masyarakat bisa menjadi pelaku ekonomi terlebih pada bulan Ramadhan, akan tetapi dengan adanya aturan tersebut tidak menutup kemungkinan adanya pungutan liar di kawasan alun-alun agar semua orang bisa berjulan di taman yang sudah jelas dilarang. "Sangat disayangkan, taman yang menjadi tempat bagus tapi sekarang keaadaannya malah tidak terjaga dan rusak oleh PKL musiman yang menggelar dagangan setiap hari. Cari keuntungan tidak dilarang, akan tetapi jangan sampai melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah,” ungkapnya. Dengan keadaan ini, lanjut Eka, jelas ada permasalahan yang harus diselesaikan pihak pemerintah Ciamis. Bisa dengan merelokasi semua PKL musiman yang mangkal di Taman Raflesia Alun-alun Ciamis sehingga terkodinir dan bisa bebas berjualan. "Apakah dengan adanya spanduk larangan berjualan di Taman Raflesia Alun-alun Ciamis ini berlaku atau tidak. Jika tidak berlaku, segeralah pihak pemkab memcabut himbauan larangan tersebut supaya tidak menjadi polemik dikalangan masyarakat nantinya.” tegasnya. (ang) (Riza M Irfansyah/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA