Pelatda PON XIX/2016 Sepatu Roda Berharap Gunakan Trek Saparua

Pengurusa Provinsi Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Pengprov Porserosi) Jawa Barat berharap atlet sepatu roda yang tergabung di Pelatda PON XIX 2016 bisa menggunakan trek sepatu roda di lintasan Saparua, Kota Bandung. Seperti diketahui,

Pelatda PON XIX/2016 Sepatu Roda Berharap Gunakan Trek Saparua

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pengurusa Provinsi Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Pengprov Porserosi) Jawa Barat berharap atlet sepatu roda yang tergabung di Pelatda PON XIX/2016 bisa menggunakan trek sepatu roda di lintasan Saparua, Kota Bandung. Seperti diketahui, lintasan Saparua Kota Bandung masih dalam proses renovasi untuk menghadapi gelaran multieven olahraga nasional empat tahunan tersebut. Meski demikian, trek sepatu roda di lintasan Saparua Kota Bandung sudah selesai direnovasi dengan menggunakan beton. Saat ini, pelaksanaan pembangunan di lintasan Saparua tinggal menyelesaikan fasilitas pendukung. "Kita berharap bisa menggunakan lintasan tersebut untuk latihan tim pelatda PON XIX/2016 sepatu roda karena treknya sendiri sudah selesai dibangun," ujar Ketua Umum Pengprov Porserosi Jabar Erry Sudrajat kepada wartawan, Minggu (2/8/2015). Erry pun mengaku, pihak pengembang berharap trek sepatu roda di lintasan Saparua bisa diuji coba oleh para atlet. Dengan demikian, jika ada kekurangan bisa secepatnya diperbaiki oleh pihaknya. Baik dari kemiringan lintasan ataupun dari sisi sudut tikungan di lintasan. "Sebenarya pihak pengembang sudah mengijinkan kita menggunakan trek. Ini sekaligus sebagai uji coba trek kalau saja ada kekurangan sehingga bisa secepatnya dilakukan perbaikan," terangnya. Namun rencana penggunaan trek tersebut, lanjutny, tidak diijinkan oleh Bidang Aset Pemprov Jabar yang merupakan pengelola kawasan Saparua. Bidang Aset Pemprov Jabar beralasan, proses pembangunan lintasan belum selesai secara keseluruhan. "Ini jadi dilema bagi kami. Di satu sisi diperbolehkan, di sisi lain dilarang. Sebenarnya dengan uji coba trek ini jadi keuntungan. Selain untuk melihat kekurangan sehingga bisa lebih cepat diperbaiki, juga atlet kita bisa lebih mengetahui karakteristik trek yang akan digunakan untuk pertandingan PON XIX pada September 2016 mendatang," paparnya. Saat ini, proses latihan tim Pelatda PON XIX/2016 sepatu roda masih menerapkan sistem desentralisasi. Atlet-atlet sepatu roda yang dipersiapkan untuk PON XIX/2016 masih melakukan latihan di daerahnya masing-masing. "Kalau kita mulai lakukan sentralisasi, dimana harus latihannya. Paling mereka kumpul di Bandung hanya untuk melakukan latihan fisik di lapangan Pajajaran seminggu sekali," pungkasnya. (ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA