Situs Ki Gede Pekiringan, Sepi di Tengah Keramaian

CIREBON, FOKUSJABAR.COM Konon Jalan Pekiringan sejak dulu disebut dengan kawasan China Town yakni nama lain dari Pecinan di Kota Cirebon. Bahkan mungkin China Town Kota Cirebon merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, khususnya di Pulau Ja

Situs Ki Gede Pekiringan, Sepi di Tengah Keramaian

CIREBON, FOKUSJABAR.COM: Konon Jalan Pekiringan sejak dulu disebut dengan kawasan “China Town” yakni nama lain dari Pecinan di Kota Cirebon. Bahkan mungkin China Town Kota Cirebon merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. China Town Kota Cirebon meliputi area sekitar Jalan Siliwangi bagian selatan (sekitar seberang Pasar Pagi), Jalan Karanggetas, Jalan Suryanegara (Jalan Pagongan), Jalan Kembar, Jalan Parujakan, Jalan Syekh Abdurahman (Jalan Bahagia), Jalan Pekalangan, Jalan Panjunan, Jalan Pasuketan, dan Jalan Pekiringan. [caption id="attachment_137992" align="aligncenter" width="469"] makam ki gede pekiringan (foto : Panji)[/caption] Selain itu juga meliputi pula sekitar Jalan Winaon, Jalan Kanoman, Jalan Pecinan, Jalan Lemahwungkuk, Jalan Merdeka, Jalan Petratean, Jalan Pekalipan, Jalan Pulasaren, Jalan Lawanggada, dan Jalan Kutagara serta Jalan Kesunean yang ada di sebelah selatan. Nuansa dan suasana Cina di kawasan ini begitu terasa ditandai oleh bentuk pemukiman dan aktivitas yang terdapat di kawasan ini. Bentuk pemukiman yang menandai kawasan sebagai Pecinan terlihat dari bangunan-bangunan yang menghadap jalan besar begitu sempit namun panjang ke belakang. Selain itu bangunan yang merupakan tanda dari bangunan Cina adalah bangunan di sini berderet rapih terutama pada bagian depannya dan deretan ada di antara jalan besar atau sebaliknya gang-gang sempit. Biasanya muka bangunan yang sempit itu dipergunakan sebagai toko atau tempat berbisnis. Aktivitas yang ada di kawasan ini pun kesibukan yang berhubungan dengan berdagang. Namun, di tengah kesibukan mereka, sebuah bangunan seperti sebuah situs bersejarah tepat berada di belakang pasar ini Kanoman Cirebon. Situs ini dikenal dengan nama Ki Gede Pekiringan Pangeran Panggung. Perjalanan kami pun berlanjut dengan menemui sang Kuncen (juru kunci) Situs Arbai Kusuma. Menurut Arbai situs ini konon berdiri sejak 1403 sebelum para wali muncul. Situs ini dahulu ramai pengunjung tidak seperti sekarang. “Dahulu memang ramai, sekarang sepi,” ujar pria berumur 57 tahun ini saat ditemui dikediamannya (28/06/2015). Arbai pun memaparkan situs ini baru diketahui keberadaanya oleh Pemerintah Kota Cirebon pada saat kepemimpinan Wali Kota Subardi. Selain tempatnya yang memang bisa dibilang terpencil, situs ini memang hanya sebagian orang saja yang mengetahui keberadaanya. Dari kampung Kebon Panggung tempat situs ini berada pun konon berasal dari nama Pangeran Panggung yang makamnya berada di situs ini. Di dalam situs selain terdapat makam Pangeran Panggung juga terdapat makam Ki Gede Pekiringan yang merupakan sesepuh Keraton yang ada di wilayah Cirebon. Di luar situs pun terdapat makam anak dan cucu keturunan Ki Gede Pekiringan. Biasanya orang yang datang ke situs ini untuk berziarah, mereka pun berasal dari berbagai daerah seperti Pekalongan, Surabaya dan lain sebagainya. “Situs terbuka untuk umum kami menerima siapa pun datang kesini, namun ada syaratnya tidak boleh bermalam,” pungkasnya. (Panji/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA