Waduh... Ibu Kota Indonesia Berpotensi Tinggi Gempa

Selain kerap mengalami kebanjiran dan kebakaran, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta pun berpotensi tinggi terdampak gempa. Hal tersebut diungkapkan pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Irwan Meilano pada Seminar Sekolah Siaga Bencana di Mu

Waduh... Ibu Kota Indonesia Berpotensi Tinggi Gempa

JAKARTA, FOKUSJabar.com : Selain kerap mengalami kebanjiran dan kebakaran, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta pun berpotensi tinggi terdampak gempa. Hal tersebut diungkapkan pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Irwan Meilano pada Seminar 'Sekolah Siaga Bencana' di Museum Bank Indonesia Jakarta, Selasa (4/8/2015). Dalam seminar yang digelar Bank Indonesia bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap, Irwan menjelaskan jika di bawah Jakarta terdapat lapisan sedimen yang tebal. Meski demikian, kerentanan di Jakarta pun cukup tinggi. "Potensi bencana besar itu lebih karena kepadatan penduduk yang tinggal di hunian berhimpitan sangat banyak. Rumah dan gedung-gedung di ibu kota pun struktur bangunannya tidak dirancang untuk tahan gempa," jelas Irwan melalui rilis yang diterima FOKUSJabar, Rabu (5/8/2015). Selain itu, lanjut Irwan, sejarah mencatat jika Jakarta pernah terdampak gempa besar pada tahun 1699 akibat rambatan gempa yang terjadi di Jawa Barat saat itu. Asia Research Institute pun pernah merilis makalah 'Historical Evidence for Major Tsunamis in the Java Subduction Zone' yang menjelaskan gempa di masa Batavia itu terjadi selama tiga perempat hingga satu jam. Irwan yang merupakan anggota tim revisi peta gempa Indonesia, melakukan penelitian pada radius 500 km dari pusat kota Jakarta. Dari hasil penelitian tersebut, terungkap ada 12 sumber gempa yang mengelilingi Jakarta. Hal itu membuat Jakarta sangat rawan gempa besar. Bahkan para pakar gempa pun sudah membicarakan adanya sesar atau patahan di Jakarta yang meintang dari daerah Ciputat sampai ke wilayah kota yang disebut ‘Sesar Ciputat’. Sesar Ciputat ini tergolong patahan tua yang berada dalam kondisi tidak aktif. Namun, patahan tersebut bukan berarti tak bisa bangun. Jika patahan tua ini mendapat rangsangan dari satu gempa kuat di atas 7 SR, Sesar Ciputat pun akan aktif. "Akan lebih baik jika Jakarta bisa mengantisipasinya melalui upaya-upaya mitigasi. Salah satu yang terbaik, menyiapkan Sekolah Siaga Bencana. Ini sangat strategis. Mitigasi adalah investasi pencegahan bencana, yang jika setelah terjadinya bencana kita tak perlu lagi keluar dana besar,” tegas Irwan. (ang)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA