Semangat Konferensi Asia – Afrika Semangat Melawan Penjajah

Tahun 2015 ini, Konferensi Asia Afrika ( KAA ) menginjak usia yang ke 60 tahun. Pertemuan besar KAA ini dipelopori oleh 5 negara yakni Indonesia , India, Sri Lanka, Pakistan dan Burma (Myanmar) pada tanggal 18 24 April 1955 di Kota Bandung . Pada

Semangat Konferensi Asia – Afrika Semangat Melawan Penjajah

FOKUSJabar.com. Tahun 2015 ini, Konferensi Asia – Afrika ( KAA ) menginjak usia yang ke-60 tahun. Pertemuan besar KAA ini dipelopori oleh 5 negara yakni Indonesia , India, Sri Lanka, Pakistan dan Burma (Myanmar) pada tanggal 18 – 24 April 1955 di Kota Bandung . Pada saat itu KAA dihadiri oleh 29 Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari negara – negara Benua Asia dan Benua Afrika yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya. Dalam forum tersebut 29 negara yang hadir membahas berbagai masalah, seperti  meningkatkan kerjasama Internasional di bidang ekososbud (ekonomi, sosial, budaya), hak asasi manusia, rasialisme ( perbedaan warna kulit ), perdamaian dunia serta kedaulatan suatu negara yang dirumuskan dalam sebuah resolusi yang diberinama DASASILA BANDUNG. Dahulu sebelum terjadinya Konferensi Asia – Afrika negara – negara yang mempelopori pertemuan ini adalah negara – negara yang dahulu merasakan rasa sakit yang begitu pedih baik secara fisik  maupun non fisik dari penjajahan termasuk Indonesia. Maka setelah Indonesia merdeka dalam sebuah pondasi berbangsa dan bernegaranya yang termaktub dalam Preambule Undang – Undang Dasar 1945 mengatakan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Pada usia ke-60 tahun KAA ternyata perjuangan – perjuangan melawan penjajah belumlah usai melainkan lebih berat. Karena penjajahan hari ini berubah gaya menjadi lebih modern, lebih humanis namun ruh penjajahan masih sama dengan penjajahan zaman dulu. Penjajahan zaman dulu dengan melakukan invasi menggunakan kekuatan senjata kepada negara yang akan dijajah. Penjajahan hari ini melalui ekonomi, mental dan pemikiran yang mengakibatkan kita akhirnya harus kembali dijajah  tanpa harus invasi angkat senjata seperti zaman dulu. Tentu dengan momentum memperingati KAA ke-60 tahun ini tidak hanya diisi oleh kegiatan – kegiatan yang bersifat ceremonial belaka hanya untuk mencari simpati dari rakyat Indonesia maupun Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara yang hadir nanti. Peretemuan KAA tahun ini diharapkan dapat memperkokoh konsolidasi antar negara di Benua Asia dan Benua Afrika untuk melawan penjajahan gaya  baru. Sehingga menjadi negara - negara yang merdeka secara hakiki serta mengaplikasikan secara menyeluruh resolusi DASASILA BANDUNG  guna terciptanya perdamaian dan kesejahteraan di dunia !!! (Oleh: Andre Lukman - Pengurus HMI Cabang Bandung Masa Juang 2014 – 2015)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA