Ramai Pelayat, Pencopet Warnai Proses Pemakaman di Rumah Olga

Proses pemakaman Olga Syahputra yang berlangsung ramai, ternyata dimanfaatkan pencopet untuk mendapatkan keuntungan. Namun beruntung fans Olga berhasil memergoki pelaku dan berteriak. caption id attachment 117035 align aligncenter width 638 Ker

Ramai Pelayat, Pencopet Warnai Proses Pemakaman di Rumah Olga

FOKUSJabar.com: Proses pemakaman Olga Syahputra yang berlangsung ramai, ternyata dimanfaatkan pencopet untuk mendapatkan keuntungan. Namun beruntung fans Olga berhasil memergoki pelaku dan berteriak. [caption id="attachment_117035" align="aligncenter" width="638"] Keramaian Proses Pemakaman Olga Syahputra (Foto: Viva)[/caption] Warga yang mendengar teriakan korban membantu menangkap pelaku. Sejumlah warga yang berada dekat dengan pelaku langsung mengarahkan bogem mentah. Situasi bertambah ramai  karena kejadian ini. Sejumlah kejadian pencopetan juga terjadi sebelum jenazah Olga tiba. Seorang wanita bernama Yobelin yang mengaku sebagai fans Olga juga kehilangan dompetnya yang berisi uang Rp500 ribu. "Tega sekali yang mencuri, saya tidak bisa pulang dong," katanya sambil menangis. Ratusan pelayat yang mayoritas merupakan penggemar artis berusia 32 tahun itu telah berkumpul di kediaman orang tua Olga. Mereka berdesak-desakan mencari tempat berdiri agar dapat menyaksikan langsung Almarhum dari dekat untuk terakhir kalinya. Tak sedikit pula yang berteriak kehilangan telepon genggam dan barang berharga. "Hati-hati semuanya. Jaga barang bawaan," ujar Bunda Dorce Gamalama lewat pengeras suara. Aktris dan presenter itu juga turut memandu para pelayat membacakan doa bersama mengiringi kepulangan Olga di rumah duka. Memang sempat terjadi kericuhan ketika mobil jenazah tiba. Banyaknya pelayat dan wartawan berusaha mendekati jenazah untuk mengabadikan dengan kamera mereka. Kondisi ini membuat peti jenazah tidak bisa dikeluarkan dari mobil hingga mobil ambulans harus maju perlahan hingga tepat di depan rumah duka. Terlihat banyak orang yang berdesak-desakan ingin mengabadikan jenazah dan banyak pula yang kemudian jatuh dan terdorong hingga ke selokan. Banyak pelayat yang memilih untuk memanjat pagar rumah di sekitar rumah duka untuk bisa melihat jenazah Olga untuk terakhir kalinya. "Saya minggir saja deh. Takut banget. Kok jadi begini?" ujar seorang ibu yang berhasil keluar dari kerumunan orang. Ia  terlihat begitu lemas. Namun, itu tidak menyurutkannya untuk kembali berusaha menyelip di antara kerumunan oran. "Yuk, ke masjidnya. Mau lihat Almarhum nanti dishalatkan," ujarnya kepada ibu-ibu lain. Jenazah Olga rencananya akan dimandikan dan dikafani di rumah duka. Almarhum kemudian akan dibawa ke masjid yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya untuk dishalatkan. Almarhum dijadwalkan akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa seusai ibadah shalat Zuhur. (Rud/Viva)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA