Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Jabar: Pernyataan Wiranto dan Gambar Milik Wimar Witoelar Takan Pengaruhi Raihan Suara

Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto Hatta Rajasa Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku prihatin dengan aksi black campaign (kamapanye hitam) dilakukan Wimar Witoelar. Kendati begitu, Aher memastikan persoalan tersebut tidak memengaruhi raihan suara Prabowo

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Jabar: Pernyataan Wiranto dan Gambar Milik Wimar Witoelar Takan Pengaruhi Raihan Suara

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku prihatin dengan aksi black campaign (kamapanye hitam) dilakukan Wimar Witoelar. Kendati begitu, Aher memastikan persoalan tersebut tidak memengaruhi raihan suara Prabowo-Hatta di masyarakat. "Kita ingin setiap orang yang berkomunikasi di social media dan menjagokan pasangannya, tetap berlaku baik. Boleh menjagokan pasangannya dan halal, saya pun menjagokan Prabowo-Hatta. Tapi jangan menjelekan orang, di akun saya saja saya mengungkapkan kebaikan kebaikan pasangan jagoan saya dan mengajak masyarakat memilih nya," kata Aher di Rumah Pemenangan Prabowo-Hatta, di Bandung, Jumat (20/6/2014). Aher sangat prihatin dengan gambar yang ditampilkan Wimar itu. Terlebih pada gambar itu ada tokoh tokoh masyarakat, seperti Aa Gym, Ical termasuk dirinya. "Saya kira itu tidak baik. Tentunya saya keberatan dengan itu," terangnya. Kemudian kaitan dengan langkah yang akan ditempuh, pihaknya belum menentukan langkah untuk menanggapi itu. Pihaknya masih fokus pada pemenangan Prabowo-Hatta. "Nanti kita pikirkan setelah pilpres. Sekarang kita fokus pada kemenangan. Kurang bagus juga seperti itu," jelasnya. Tidak hanya itu, kaitannya dengan pernyataan Wiranto soal kasus penculikan aktifis. Aher pun menyebut tidak berpengaruh pada keyakinan masyarakat untuk memilih Prabowo-Hatta. "Saya kira urusan itu sudah selesai. Buktinya 2009 silam Bu Mega menjadikan Prabowo sebagai cawapresnya. Artinya tidak ada masalah apa apa," katanya. Lebih lanjut Aher mengajak agar bersama-sama memandang nasib bangsa ke depan. Menurutnya, peristiwa itu seharusnya sudah terkubur jauh. Bahkan, para tokoh bangsa sebaiknya saling menghormati. "Ini urusan bangsa, kalau saling bongkar satu sama lain berbahaya," terangnya. (**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA