Kasus GBLA, Pemkot Bandung Tak Akan Ikut Campur

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan tidak akan ikut campur perihal kasus yang menimpa sekretaris dinas tata ruang dan cipta karya (Distarcip) Kota Bandung berinisial YAS atas dugan kasus korupsi pembangunan stadion GBLA. caption id attachment 3

Kasus GBLA, Pemkot Bandung Tak Akan Ikut Campur

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan tidak akan ikut campur perihal kasus yang menimpa sekretaris dinas tata ruang dan cipta karya (Distarcip) Kota Bandung berinisial YAS atas dugan kasus korupsi pembangunan stadion GBLA. [caption id="attachment_31046" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi(Foto: web)[/caption] "Kalau sudah masuk perkara Pemkot Bandung tidak akan ikut campur, karena di zaman saya saya berkomitmen mencegah korupsi. Nggak hanya menangkap," tegas Emil di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Senin (30/3/2015). Mengapa Kota Bandung diberikan kepercayaan oleh KPK menjadi kota percontohan?, salah satunya adalah keinginan Pemkot Bandung menanamkan anti korupsi mulai dari sekolah. "Jadi kalau sudah terjadi, bukan wewenang kita mengurusi ranah hukumnya. Yang kita lakukan hanya bekerjasam, informasi diberikan," tuturnya. Untuk diketahui, YAS merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) dalam proyek pembangunan GBLA. YAS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan stadion tersebut. Penetapan tersangka YAS dilakukan pada gelar perkara oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri. Dalam gelar perkara, penyidik Bareskim menemukan beberapa bukti bahwa YAS berperan aktif dalam tindak pidana korupsi terkait pembangunan stadion GBLA yang diresmikan langsung mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada. Pembangunan GBLA menelan biaya hingga Rp545 milyar. (Budi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA