I Made Wedana dan Owa Jawa (1)

Hari belum terlalu sore, ketika sosok pria keluar pusat Rehabilitasi Satwa Primata Jawa (PRSPJ) di Hutan Lindung Gunung Tikukur, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Matanya tajam, fokus memperhatikan beberapa primata. I Made Wedana, pria asal Bali ini telah meng

I Made Wedana dan Owa Jawa (1)

Oleh: Agus Dinar BANDUNG,FOKUSJabar.com: Hari belum terlalu sore, ketika sosok pria keluar pusat Rehabilitasi Satwa Primata Jawa (PRSPJ) di Hutan Lindung Gunung Tikukur, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Matanya tajam, fokus memperhatikan beberapa primata. I Made Wedana, pria asal Bali ini telah mengabdikan diri untuk lingkungan hidup, sekaligus bertekad mengembangkan potensi sumber daya manusia Indonesia untuk mencintai dan turut aktif melestarikan lingkungan. [caption id="attachment_86629" align="aligncenter" width="450"] I Widana dan Owa Jawa(Foto: Agus Dinar)[/caption] Made kini menjabat Direktur Aspinal Foundation. Dia mengaku tertarik oleh aktivitas pengabdian untuk lingkungan hidup semenjak mahasiswa, meski sejak kecil tidak sedikit pun bercita-cita bahkan memikirkan pekerjaannya seperti sekarang ini. “Seperti masyarakat Indonesia umumnya, saya tidak pernah bercita-cita menjadi seperti saat ini. Cuma menangkap dan merawat serta melepas kembali hewan primata yang kita rehabilitasi” ujar mantan aktivis Konus belum lama ini. Ayah lima orang anak ini, mengaku mengabdi di wilayah Ciwidey dan pembuatan kawasan rehabilitasi di Ciwidey karena ia ingin mengabdi kepada daerah semasa dulu saat kuliah. Bahkan diapun melaksanakan penelitian di kawasan Kabupaten Bandung. Dia bersama tim memilih kawasan hutan lindung Gunung Tikukur sebagai tempat rehabilitasi primata karena di kawasan tersebut terdapat makanan alami Primata. “Disini ada pohon konyal dan daun-daun yang disukai primata. Meski di hutan tempat ini mudah diakses,” jelas alumnus Biologi Unpad. Selain fokus pada primata, Made, berharap dirinya dapat menularkan ide gagasan serta cita-citanya kepada penduduk lokal terutama para pemudanya, “Di sini hampir mayoritas saya ajak pemuda asli daerah, agar mereka meneruskan untuk terus melestarikan alam ini,” harapnya.(**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA