Buruh Kabupaten Bandung Tuntut UMK Naik Menjadi Rp2.150.000

Ribuan buruh di Kabupaten Bandung tuntut keniakan UMK menjadi Rp2,15 juta. Tuntutan itu mereka ungkapkan pada aksi unjuk rasa di halaman gerbang masuk Kantor Bupati Bandung, Senin (28 10). caption id attachment 2786 align aligncenter width 460

Buruh Kabupaten Bandung Tuntut UMK Naik Menjadi Rp2.150.000

Oleh: Agus Dinar BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ribuan buruh di Kabupaten Bandung tuntut keniakan UMK menjadi Rp2,15 juta. Tuntutan itu mereka ungkapkan pada aksi unjuk rasa di halaman gerbang masuk Kantor Bupati Bandung, Senin (28/10). [caption id="attachment_2786" align="aligncenter" width="460"] Ilustrasi[/caption] Kaum buruh ini tidak bisa masuk area komplek perkantoran Pemkab Bandung. Mereka ditahan di pintu gerbang Utara. Sementara pintu yang berada di sisi lain baik di Selatan maupun Barat komplek perkantoran, dijaga ketat aparat. Mereka mengancam akan bertahan sampai Dewan Pengupahan Kabupaten Bandung menetapkan tuntutan Upah Minimum Kerja (UMK) Rp2.15 juta. Koordinator lapangan Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bandung, Ristadi, menjelaskan, pihaknya akan terus bertahan untuk menuntut UMK sesuai keinginan para buruh. Menurut dia, sekitar 10.000 buruh akan terus bertahan hingga tuntutannya dipenuhi. Berdasarkan perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pada rapat antara pemerintah, perusahaan dan buruh hanya ditetapkan sebesar Rp1,6 juta. "Perhitungan KHL tersebut tidak sesuai. Sebab hitungan itu, untuk pekerja yang belum menikah. Jadi kita akan terus menuntut upah Rp2,15 juta. Hari ini kita minta UMK tersebut langsung ditetapkan oleh Bupati," kata Ristadi.. Kaum buruh ini menolak menolak untuk bertemu dan difasilitasi oleh anggota DPRD. Mereka hanya ingin berdialog langsung dengan Bupati Bandung. ”Anggota DPRD Kabupaten Bandung tidak akan memahami kami. Mereka hanya ingin dipahami oleh kami. Jadi persoalan kami tidak akan selesai oleh mereka,” kata Ristadi. Seperti diketahui UMK Kabupaten Bandung tahun ini sebesar Rp1,38 juta. Untuk UMK tahun depan mereka menuntut ada kenaikan sesuai KHL yaitu Rp2,15 juta. (WDJ)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA