Bangun 99 Miniatur Masjid Sebagai Destinasi Wisata Religi

Hartono Limin seorang mualaf yang telah memeluk Islam sejak tiga tahun lalu akan membangun 99 miniatur masjid terkenal di dunia. Miniatur masjid tersebut akan dibangun di Bogor dengan kapasitas 300 400 orang yang direncanakan menjadi destinasi wisata rel

Bangun 99 Miniatur Masjid Sebagai Destinasi Wisata Religi

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Hartono Limin seorang mualaf yang telah memeluk Islam sejak tiga tahun lalu akan membangun 99 miniatur masjid terkenal di dunia. Miniatur masjid tersebut akan dibangun di Bogor dengan kapasitas 300-400 orang yang direncanakan menjadi destinasi wisata religi. [caption id="attachment_114974" align="aligncenter" width="638"] ilustrasi[/caption] "Akan dibangun dalam sebuah kawasan bernama 'Taman Miniatur Masjid Dunia' di lahan seluas 215 hektar di kawasan Cicariuk, Desa Cibadak, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor," katanya di Gedung Pakuan Bandung. Menurutnya, ide tersebut didapatnya usai salat. Dipilihnya masjid sebagai unsur utama karena merupakan bangunan yang dijamin tidak akan pernah hancur. "Negara bisa hancur, masjid tidak akan pernah hancur. Salat akan terus berjalan," katanya. Meski merupakan warga Jakarta, namun dirinya lebih memilih Jabar sebagai lokasi merealisasikan cita-citanya. Cara menentukan lokasi dilakukan dengan melakukan salat terlebih di lokasi yang akan dipilih. " Jabar sangat cocok menjadi lokasinya karena masyarakat sunda terkenal ramah," jelasnya. Selain itu, para pengunjung juga dipastikan akan terhibur dengan sajian tempat kuliner dan penjualan souvenir negara tempat masjid terkenal tersebut berasal. Selain masjid, pihaknya juga akan membangun Universitas Islam unggulan berkapasitas 20 ribu mahasiswa, rumah sakit, museum dan perpustakaan. Tempat ini bertujuan untuk melestarikan budaya Islam sedunia dalam bentuk arsitektur. Terlebih, Indonesia khsusunya Jabar punya penduduk muslim terbesar. "Kami ingin menghapus citra Islam yang kini malah identik dengan kekerasan," ucapnya. Soal biaya pembangunan, Hartono mengaku mendapat dukungan dari pihak asing. Para investor asing yang siap menggelontorkan dananya ini berasal dari negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar dan Jordania. Dia mengaku perlu mendapat dukungan dana dari luar negeri mengingat kebutuhan pembangunan kawasan ini diperkirakan menyentuh Rp6 trilyun. Sebelum dana asing datang, pihaknya akan lebih dulu mengurusi soal perizinan, pembuatan masterplan, dan RAB. "Kami ingin agar pembangunan tidak lebih dari empat tahun. Kontraktor pembangunan kawasan ini adala BUMN PP," jelasnya. (Budi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA