Aher Setuju Buku PAI yang Mengajarkan Radikalisme Ditarik Dari Peredaran

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku setuju dengan ditariknya buku pendidikan Agama Islam (PAI) terbitan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014 untuk siswa kelas XI (kelas 2) SMA yang dinilai mengajarkan kekerasan. caption id attachmen

Aher Setuju Buku PAI yang Mengajarkan Radikalisme Ditarik Dari Peredaran

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku setuju dengan ditariknya buku pendidikan Agama Islam (PAI) terbitan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014 untuk siswa kelas XI (kelas 2) SMA yang dinilai mengajarkan kekerasan. [caption id="attachment_117641" align="aligncenter" width="638"] ilustrasi[/caption] Demikian diungkapkan Aher usai menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank BJB di Luxury trans hotel, Selasa (31/3/2015). " Belum tau detailnya, tapi kalau ada masalah tarik saja. Saya sangat setuju kalau ketemu ada hal-hal yang aneh yang merusak moral pelajar-pelajar kita baik itu radikalisme ataupun pornografi," katanya. Menurutnya, di Dinas Pendidikan Provinsi hingga Kabupaten/Kota sudah ada tim untuk mengkaji hal-hal yang dianggap merusak dan membahayakan pemahaman pelajar. " Nanti tim di Disdik akan menelaah muatan makna yang ada dalam buku tersebut untuk dilakukan kajian-kajian lebih mendalam," jelas Aher. Untuk diketahui, perwakilan guru dan orang tua siswa Jawa Barat, mendatangi Kantor MUI Jawa Barat, Selasa (31/3/2015) untuk mengadukan adanya faham radikal pada buku paket Kurikulum 2013 yang akan menimbulkan dampak intoleransi antar kehidupan antar beragama di Indonesia. Buku tersebut adalah buku paket untuk kelas XI untuk SMA/SMK/MA yang diterbitkan oleh Kemendikbud tahun 2014. Dalam Bab XI buku tersebut, tentang bangun dan bangkitlan wahai pejuang Islam ada pendapat Muhammad bin Abdul Wahab yang menyatakan "Yang Boleh dan Harus disembah hanyalah Alloh SWT dan orang yang menyembah selain Alloh swt telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh." (Budi)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA