40,9 Juta Jiwa Penduduk Indonesia Terpapar Bencana Longsor

Kapusdatin Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 40,9 juta jiwa (17,2 dari penduduk nasional) yang terpapar langsung oleh bencana longsor sedang tinggi. Dari total jumlah ters

40,9 Juta Jiwa Penduduk Indonesia Terpapar Bencana Longsor

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kapusdatin Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 40,9 juta jiwa (17,2% dari penduduk nasional) yang terpapar langsung oleh bencana longsor sedang - tinggi. Dari total jumlah tersebut terdapat 4,28 juta jiwa balita, 323 ribu jiwa disabilitas, dan 3,2 juta jiwa lansia. [caption id="attachment_117370" align="aligncenter" width="638"] Sutopo Purwo Nugroho (Foto: web)[/caption] "  Semua terpapar ancaman longsor saat musim penghujan. Sebagian besar tidak memiliki kemampuan menghindar dan memproteksi dirinya dari bahaya longsor," kata Sutopo, Senin (30/3/2015) di Bandung Jawa Barat. Mitigasi bencana, baik struktural maupun non struktural masih sangat minim, sehingga setiap musim penghujan longsor mengancam jiwa dan harta milik masyarakat. " Bahkan pada tahun 2014, longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban, yakni 408 jiwa tewas, 79.341 jiwa mengungsi, dan 5.814 rumah rusak," jelasnya. Daerah rawan longsor, lanjutnya sudah dipetakan. Provinsi Jabar, Jateng, dan Jatim adalah daerah yang paling banyak terjadi longsor. Selama 2005 - 2014 daerah yang paling banyak kejadian longsor adalah Kabupaten Wonogiri, Bogor, Wonosobo, Bandung, Garut, Banyumas, Semarang, Sukabumi, Cilacap, Cianjur, Temanggung, Ponorogo, Kebumen dan Purbalingga. Badan Geologi telah mendistribusikan peta tersebut ke seluruh pemerintah daerah. Bahkan BNPB telah mengembangkan peta risiko bencana longsor yang memuat peta bahaya, kerentanan dan kapasitas. Namun demikian peta tersebut sebagian besar belum menjadi dasar dalam penyusunan dan implementasi rencana tata ruang wilayah. " longsor dapat diantisipasi sebelumnya. Tidak mungkin semua wilayah di Indonesia harus dipasang sistem peringatan dini longsor, " ujarnya. (Budi S/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA