Intrat: Jokowi Harus Gandeng Ulama untuk Mengimbangi Prabowo

Direktur Eksekutif Indonesia Strategic Institute (Instrat) Jalu Priambodo memprediksi Jokowi akan mempertibangkan Cawapres dari kalangan ulama jika Prabowo menggandeng Abdul Somad atau Habib Salim. Hal itu, kata Jalu, akan dilakukan untuk mengimbangi pasangan Prabowo.

0
4

Direktur Eksekutif Indonesia Strategic Institute (Instrat) Jalu Priambodo memprediksi Jokowi akan mempertibangkan Cawapres dari kalangan ulama jika Prabowo menggandeng Abdul Somad atau Habib Salim. Hal itu, kata Jalu, akan dilakukan untuk mengimbangi pasangan Prabowo.

Ada lima nama yang bisa dipilih Jokowi yakni, Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi, Cak Imin, Romahur Muziy (Romy), Mahfudz MD, atau Maruf Amin.

“Seandainya Prabowo menggandeng salah satu di antara Abdul Somad atau Habib Salim sebagai Cawapres, maka Jokowi akan mempertimbangkan Cawapres dari kalangan Islam untuk mengimbangi. Posisi TGB, Cak Imin, Romy, Mahfudz MD, KH Maruf Amin menguat,” kata dia melalui rilisnya, Rabu (8/8/2018).

Tetapi, lanjutnya, jika Prabowo berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sedangkan Jokowi mengambil Cawapres dari kalangan Islam, maka Prabowo akan kehilangan klaim sebagai perwakilan umat Islam. Politik identitas akan berkurang jauh sebagai faktor pendongkrak.

Namun, jika Prabowo mengambil AHY sebagai Cawapres, maka Jokowi tidak harus menggandeng Cawapres dari kalangan Islam untuk mengimbanginya. Terlebih posisi Susi, Moeldoko, Budi Gunawan, Puan, SMI menguat.

Lebih lanjut Jalu mengatakan bahwa dalam skenario dua pasangan calon tersebut, terlihat sisi tawar Islam hanya sebagai pelengkap atau hanya untuk membuat skor imbang. Dia menilai, posisi PKS, PAN, PKB, PPP, PBB pada dasarnya lemah dan tergantung satu sama lain. Beda jika ada keinginan membuat poros ketiga.

“Kehadiran tiga poros menjadi menarik, terlebih dengan adanya fenomena 2019 Ganti Presiden. Publik yang setuju 2019 GP mencapai 60 persen, namun elektotal Prabowo hanya mentok di 30 persen. Artinya masih ada sisa suara yang belum yakin dengan Prabowo sebagai kandidat. Paling tidak posisi ini bisa membuat pemilihan presiden berlangsung dua putaran,” bebernya.

(Ibenk/LIN)

There are no comments yet