Hakim Agung AS dakwa 13 warga Rusia karena campuri pemilu

3 entitas Rusia, 13 warga Rusia menghadapi dakwaan terkait usaha mencampuri pemilu 2016

0
144

WASHINGTON

Hakim federal AS mendakwa 13 warga negara Rusia dan tiga entitas dari negara sama pada Jumat dengan tuduhan berusaha mencampuri pemilihan presiden pada 2016.

Berkas dakwaan ini disiapkan oleh Penasihat Khusus Robert Mueller dan berisi tuduhan konspirasi untuk merugikan AS dengan cara merongrong Komisi Pemilu Federal, Departemen Kehakiman dan Departemen Luar Negeri.

Dakwaan ini “berlaku sebagai pengingat bahwa seseorang tak seperti yang terlihat di internet,” ujar Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein saat mengumumkan isi dakwaan tersebut.

“Dakwaan ini menunjukkan bahwa konspirator Rusia ingin mengampanyekan pertikaian di AS dan menurunkan kepercayaan publik kepada demokrasi. Kita tidak bisa membiarkan mereka berhasil,” ujar dia di hadapan media.

Selain dakwaan kepada 16 orang dengan konspirasi penipuan atas AS, Internet Research Agency (IRA), sebuah perusahaan yang berada di St. Petersburg, Rusia, dan dua orang lain didakwa dengan tuduhan konspirasi melakukan penipuan dalam jariangan dan penipuan bank.

Empat terdakwa dan agensi tersebut didakwa dengan pasal pencurian identitas.

IRA didirikan oleh Viktorovich Prigozhin, seorang pebisnis Rusia yang dikenal dekat dengan Presiden Vladimir Putin, juga perusahaannya Concord Management and Consulting LLC, Concord Catering dan perusahaan turunannya, menurut surat dakwaan itu.

Dokumen pengadilan mengatakan, IRA adalah salah satu bagian dari operasi lebih besar yang didanai Prigozhin yang dinamai Project Lakhta.

Usaha IRA untuk mencampuri proses politik AS, termasuk pemilihan presiden 2016, sudah dimulai sejak 2014. Salah satu bagian dalam operasi ini adalah menciptakan ratusan akun sosial media palsu yang mengaku sebagai warga negara AS yang mendukung “kelompok radikal”.

IRA juga dituduh membeli iklan politik di dalam website sosial media untuk mempromosikan akun grup mereka dengan biaya ribuan dolar per bulan, sebut dokumen tersebut.

Dengan semakin mendekatnya pemilu, IRA mengalihkan usahanya untuk menggagalkan kandidat Demokrat Hillary Clinton dan mendukung kandidat Republik Donald Trump dari awal sampai pertengahan 2016.

Setelah perusahaan sosial media AS mengungkapkan mereka bekerja sama dalam proses penyelidikan campur tangan Rusia ini, salah satu terdakwa, Irina Viktorovna Kaverzina, disangka mengirimkan email kepada salah satu anggota keluarganya yang berbunyi: “Kami mengalami krisis kecil di tempat kerja: FBI mengetahui aktivitas kami (serius). Jadi saya dan teman-teman sedikit sibuk menutupi jejak.”

“Saya membuat foto-foto dan unggahan, dan rakyat Amerika percaya mereka ditulis oleh warganya sendiri,” begitu tambahnya.

Presiden Donald Trump, sementara itu, menganggap dakwaan ini sebagai pembenaran atas klaim yang dibuatnya, bahwa dia ataupun tim kampanyenya tak berkolusi dengan Rusia.

“Rusia memulai kampanye anti-AS mereka pada 2014, jauh sebelum saya mengumumkan akan mencalonkan diri menjadi presiden. Hasil dari pemilihan tak terpengaruh. Tim kampanye Trump tak berbuat salah – tidak ada kolusi!” tulis Trump di Twitter.

Penyelidikan Mueller masih terus berlangsung dan bisa menghasilkan dakwaan-dakwaan baru, meski, pertanyaan tentang kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Rusia masih merupakan pusat penyelidikan.

There are no comments yet