Masa Bakti Diperpanjang, IPSI Jabar Fokus Persiapkan Porda Jabar XIII

0
385
(dok.FOKUSJabar.com)

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Masa bakti kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat periode 2013-2017 yang seyogyanya habis pada Juni 2017, resmi diperpanjang hingga Desember 2017. Keputusan perpanjangan masa bakti IPSI Jabar pimpinan, Daday Hudaya itu berdasarkan SK PB IPSI bernomor Skep-05/09/2017 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum IPSI, Edhy Prabowo.

Wakil Ketua I Pengprov IPSI Jabar, Agus Sihombing mengatakan, turunnya tersebut mengakhiri polemik legalitas Pengprov IPSI Jabar, sehingga bisa fokus melaksanakan tugas terdekatnya, yakni melaksanakan babak kualifikasi Porda Jabar XIII.

“SK dari PB menegaskan jika IPSI Jabar masih sah dan legal dan kami bisa fokus mempersiapkan babak kualifikasi,” kata Agus, Selasa (26/9/2017).

Selain memperpanjang masa bakti kepengurusan, SK PB IPSI pun mewajibkan Pengprov IPSI Jabar untuk secepatnya melakukan penyusunan kepanitian Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) IPSI Jabar dan berkoordinasi dengan KONI Jabar dan PB IPSI. Untuk Musorprov, rencananya akan digelar Desember 2017.

“Tapi kami berharap pelaksanaan babak kualifikasi tidak terganggu oleh agenda Musorprov. Biarkan untuk Musorprov menjadi ranah para pengurus cabang, karena kami paham harus melaksanakan kewajiban dalam rangka periodisasi. Kami pun akan berkoordinasi dengan KONI dan melakukan Musorprov Desember nanti,” terangnya.

Terkait pelaksanaan babak kualifikasi, Agus mengaku akan dilakukan pada Oktober 2017. Salah satu prioritas yang saat ini masih harus dituntaskan IPSI Jabar, yakni terkait pembatasan usia atlet pencak silat yang bisa turun pada Porda Jabar XIII/2018 di Kabupaten Bogor. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada ketetapan pasti terkait pembatasan usia atlet untuk cabang olahraga pencak silat di ajang multieven olahraga empat tahunan tingkat Jabar tersebut.

“Kita sudah menetapkan batasan usia atlet itu di rentang usia 17 tahun hingga 21 tahun dan itu merupakan aspirasi dari para pengurus cabang kota dan kabupaten. Namun KONI Jabar menilai, jika batasan usia diberlakukan 21 tahun akan menghilangkan potensi minimal tujuh emas Jabar pada PON XX tahun 2020. Kami memutuskan batasan usia ini sudah melalui kajian akademik dari bidang pembinaan prestasi,” tegasnya.

Agus menyebutkan, atlet peraih medali emas untuk Jabar pada PON edisi-edisi sebelumnya lebih banyak didominasi atlet muda di bawah 25 tahun. Dan berdasarkan kajian pihaknya, sangat jarang atlet peraih emas PON pada cabang olahraga pencak silat bisa mempertahankan gelarnya pada PON berikutnya.

“Yang bisa mempertahankan medali emas itu hanya Suryanto, Taslim Aji, dan Samiaji. Itu pun sudah sangat lama karena regenerasi atlet di pencak silat sangat cepat. Dengan keputusan pembatasan usia maksimal atlet 21 tahun ini akan membuat banyak atlet muda muncul dan menunjukkan kualitasnya. Untuk atlet senior apalagi yang sudah juara PON, masih ada ajang-ajang lain yang lebih kompetitif dari Porda Jabar, seperti kejurnas atau kejuaraan internasional. Jangan sampai hanya untuk mempertahankan sekelompok atlet senior, pembinaan dan regenerasi atlet yang dikorbankan,” pungkasnya.

(Ageng/Yun)

There are no comments yet