Bandung Harus Punya Aturan ‎yang Melarang Anak Dibawah Umur Membawa Kendaraan Bermotor

0
8167
BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tingginya korban kecelakaan lalu lintas di kalangan usia produktif mendesak dihadirkannya sebuah aturan yang melarang anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Dan salah satunya di Kota Bandung.
Central Area Senior Manager Yayasan Sayangi Tunas Cilik (STC), Brian Sriprahastuti menuturkan, anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan di Indonesia jumlahnya cukup tinggi dalam rentang lima tahun terakhir‎. Dan berdasarkan dari data Korlantas Mabes Polri, persentase angka kecelakaan lalulintas terbesar terjadi pada pengguna sepeda motor.
“‎Persentase angka korban jiwa tertinggi pada kecelakaan lalulintas itu terjadi pada rentang usia 15-25 tahun yang mencapai 60 persen dari total korban jiwa pada triwulan I tahun 2017. Anak-anak yang mengendarai sepeda motor ataupun yang menjadi penumpang sepeda motor masuk dalam kelompok rentang usia dengan jumlah korban jiwa tertinggi tersebut,” ujar Brian ‎saat ditemui di sela-sela Sarasehan dan Diskusi ‘Mengurai Masalah Keselamatan di Jalan Bagi Kelompok Anak dan Remaja’ di Bandung, Rabu (26/9/2017).
Sebagai salah satu kota yang memiliki banyak institusi pendidikan, Kota Bandung dinilai sangat membutuhkan ‎adanya aturan larangan anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Hal tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi potensi anak di bawah umur sebagai pelaku maupun korban kecelakaan lalu lintas jalan.
“Sekitar 139 ribu anak di bawah umur telah menjadi korban kecelakaan sepanjang tahun 2012 sampai 2016 di Indonesia. ‎Untuk itu, Pemerintah Kota Bandung melalui dinas terkait diharapkan berperan aktif untuk membuat aturan pelarangan anak di bawah umur untuk mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah,” tegasnya.
Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman),  Edo Rusyanto menambahkan, peran pemerintah menjadi penting dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas jalan. Aturan pelarangan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor menjadi salah satu instrument dari dunia pendidikan selain proses edukasi.
“Kota Bandung bisa saja mencontoh kota dan kabupaten lain yang sudah menerapkan aturan ini. Seperti di DI Yogyakarta melalui aturan yang dikeluarkan Gubernur, lalu di Purwakarta melalui peraturan bupati, serta di DKI Jakarta melalui surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Mereka sudah mengeluarkan edaran larangan bagi anak di bawah umur membawa kendaraan roda dua maupun roda empat ke sekolah. Masa Kota Bandung kalah,” pungkas Edo.
‎Kegiatan saresehan dan diskusi sendiri menjadi salah satu rangkaian dari program SELAMAT ‎ (Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas) yang bertujuan meningkatkan kepedulian orangtua dalam keselamatan berlalulintas. Program yang didukung Sompo Insurance Japan itu memprakarsai Kampanye Orang Tua Peduli Keselamatan Berlalu Lintas Jalan.
Kampanye sendiri dilaksanakan satu bulan penuh pada September 2017 sebagai partisipasi aktif Yayasan STC dalam meramaikan Hari Perhubungan Nasional dan Hari Ulang Tahun Kota Bandung ke-207. Acara puncak dari kegiatan kampanye di Kota Bandung akan dilaksanakan pada 28 September 2017 dengan mengundang sekitar 150 orangtua.
(ageng/bam’s)

There are no comments yet