Kota Santri Tercoreng dengan Kasus Asusila

0
3886
Adanya tempat Prostitusi tamparan keras semua pihak di Kota Tasikmalaya (FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Kota Tasikmalaya yang selama ini didengung-dengungkan sebagai Kota Santri, religius islami dengan ribuan pesantren, dan tidak sedikit pula ulamanya dengan rutin menggelar kegiatan-kegiatan keagamaan, mulai pengajian harian, mingguan dan bulanan mereka lakukan di surau dan masjid, sehingga Tasikmalaya pun pernah dijuliki serambi Makkah-nya Jawa Barat.

Namun masyarakat Kota Tasikmalaya, tercengang dan geleng-geleng kepala ketika beberapa waktu lalu ada kejadian yang benar-benar mencoreng Kota Santri dengan sexy dancer yang mempertontonkan aurat kaum wanita di depan umum. Mereka melakukan tari striptis, dan terungkap pula rumah yang dijadikan tempat penjualan perempuan atau prostitusi di wilayah Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Menurut pemerhati sosial Tasikmalaya, Asep M. Tamam, fenomena itu menjadi pukulan telak bagi masyarakat Tasikmalaya, sehingga mencoreng Kota Santri yang kehidupan masyarakatnya religius islami. Kejahatan moral tersebut tidak bisa dibiarkan, dan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat berperan aktif untuk tetap menjaga marwah Kota Tasik sebagai Kota Santri yang religius islami.

“Memang kejahatan itu bisa terjadi kapan dan dimana saja, tapi jika kita melakukan pengawasan dan antisipasi terlebih dahulu, saya rasa kasus pelanggaran norma dan asusila tersebut bisa dicegah. Semua elemen harus berperan aktif, Pemerintah Daerah, penegak hukum harus tegas menegakkan aturan, tokoh agama dan ulama harus terus membimbing ummat sesuai fungsinya sebagai simbol ilmu, kesalehan dan suri tauladan. Masyarakat pun harus memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar,” jelas Alumni IAIC Singaparna Tasikmalaya itu.

Dirinya menyakini, kasus asusila dan prostitusi yang terjadi di Kecamatan Tam,ansari itu hanya sebagian kecil saja yang terungkap di wilayah Kota Tasikmalaya, padahal mungkin lebih banyak lagi yang belum terungkap.

“Kasus asusila dan kemaksiatan yang muncul tersebut sangat mengagetkan kita semua dan ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah, tokoh agama, ulama dan pemuka agama di Kota Tasikmalaya yang telah kecolongan dari pengawasan kasus-kasus asusila,” jelasnya.

Untuk tetap menjaga marwah Kota sebagai Kota Santri dari kemaksiatan dan asusila, perlu kesadaran dan komitmen bersama seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.

“Saya tetap yakin, jika ada kesadaran kolektif dari masyarakat kita untuk bersama-sama memerangi kemaksiatan dan kejahatan asusila lainnya, maka Kota Tasikmalaya akan tetap mencerminkan Kota Santri yang religius islami dan tetap kondusif jauh dari berbagai kemaksiatan, ini dibutuhkan kerja keras dan komitmen semua pihak,” pungkasnya.

(Seda/Yun)

There are no comments yet