SKO Ragunan Raih Juara Umum di Bandung ‎Taekwondo International Invitation 2017

0
231
?
BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tim Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan tampil sebagai yang terbaik pada kejuaraan taekwondo ‘Bandung Taekwondo International Invitation 2017’ dengan meraih medali terbanyak. Hingga hari terakhir pertandingan yang digelar di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Minggu (24/9/2017) malam, SKO Ragunan berhasil mengumpulkan 11 medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu.
Peringkat kedua klasemen akhir peraih medali pada kejuaraan taekwondo tingkat internasional tersebut, ditempati oleh DTC Cibinong yang berhasil mengumpulkan enam medali emas, dua medali perak dan empat medali perunggu. Dan posisi ketiga ditempati oleh Taekwondo Solo dengan raihan lima medali emas, dua medali perak dan empat medali perunggu.
Selain meraih gelar juara umum, SKO Ragunan pun mendapatkan dua penghargaan atlet terbaik. Yakni pada kategori atlet terbaik poomsae putri yang diraih Avisha Nabila Shaman serta atlet terbaik junior putri atas nama Dea Fitri.
Sementara tim asal Kota Bandung hanya mampu menempati peringkat lima, enam, dan tujuh. Di peringkat lima diwakili TBI Team A yang mengumpulkan empat medali emas, tujuh medali perak, dan sembilan medali perunggu.‎ Diikuti BTTC A dengan raihan empat medali emas, dua medali perak dan dua medali perunggu. Dan D’Groove A menempati posisi ketujuh dengan raihan tiga medali emas,tiga medali perak, dan empat medali perunggu.
‎Technical Delegate Kejuaraan, Syamsul Bachri menuturkan, kejuaraan berlevel internasional yang baru kali pertama digelar Pengcab TI Kota Bandung ini mendapatkan sambutan sangat antusias. Hal tersebut membuat jumlah peserta sangat membludak, bahkan melebihi dari kuota yang diizinkan PB TI.
“Akibatnya, harus ada pengurangan jumlah peserta karena kuota yang diizinkan PB TI hanya 1.700 peserta saja. Meski peserta dari Malaysia terpaksa mengundurkan diri dan batal ikut kejuaraan,” ujar Syamsul saat ditemui usai penutupan kejuaraan, Minggu (24/9/2017) malam.
Membludaknya peserta, lanjutnya, membuat pelaksanaan pertandingan di hari pertama, Sabtu (23/9/2017), cukup krodit. Bahkan penonton yang sebagian besar merupakan orang tua atlet banyak yang merangsek mendekati lapangan pertandingan.‎ Hal ini membuat kondusifitas pertandingan kurang nyaman.
“Namun untuk hari kedua, berjalan lebih lancar dan lebih kondusif. Itu menjadi catatan yang harus dievaluasi semua pihak mulai dari pengcab hingga PB TI. Tapi kalau dari sisi pelaksanaan, berjalan cukup sukses dan kualitas pertandingan pun sangt bagus,” tegasnya.
(Ageng/Vetra)

There are no comments yet