Komunitas Lempar Pisau dan Kapak Deklarasikan Forlempika

0
190
BANDUNG, FOKUSJabar.com : Komunitas penggemar lempar pisau dan kapak mendeklarasikan pendirian Federasi Olahraga Lempar Pisau dan Kapak Indonesia (Forlempika)  di Aula Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (24/9/2017) kemarin. Deklarasi Forlempika ini menjadi salah satu upaya diakuinya olahraga lempar pisau dan kapak sebagai anggota KONI.

Ketua Tim Adhoc Deklarasi Forlempika, Asep Tedi menuturkan, kegiatan deklarasi ini diinisiasi oleh D’Lempar Pisau Indonesia yang didukung oleh 24 chapter (cabang) kota dan kabupaten dari 13 provinsi di Indonesia. Melalui deklarasi ini, diharapkan bisa memudahkan langkah olahraga lempar pisau dan kapak sebagai olahraga resmi yang diakui KONI.

“Olahraga lempar pisau dan kapak ini sudah lama beraktivitas dalam bentuk komunitas sejak tahun 2010 dan punya cita-cita untuk menjadi olahraga resmi yang diakui KONI. Dengan demikian, kami bisa dipertandingkan layaknya cabang olahraga lain di even regional hingga nasional,” ujar Tedi saat ditemui di Gedung KONI Jabar.

Tedi menuturkan, pelaksanaan deklarasi yang baru dilakukan saat ini karena pihaknya harus melengkapi persyaratan minimal terlebih dahulu. Salah satunya keberadaan pengurus atau komunitas lempar pisau dan kapak ini minimal di 10 provinsi dan di satu provinsi memiliki kepengurusan di dua kota/kabupaten.

“Dan sekarang kita sudah memiliki perwakilan dari 13 provinsi yang akan memberikan dukungan melalui tanda tangan basah saat deklarasi. Setelah deklarasi ini, kita akan melakukan pemilihan untuk Ketua Forlempika Pusat lalu menyusun kepengurusan Forlempika tingkat nasional,” tambahnya.

Selain itu, dilakukan juga penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Forlempika. Termasuk peraturan pertandingan hingga nomor yang akan dipertandingkan pada cabang olahraga lempar pisau dan kapak.

“Untuk pemilihan ketua, penyusunan kepengurusan Forlempika, hingga penyusunan AD/ART tersebut, kita akan menggelar Rakernas. Dan setelah semua itu selesai kita lakukan, maka kita akan mengajukan ke KONI Pusat sebagai  cabang olahraga resmi,” terangnya.

Terkait dealine untuk bisa diakui sebagai cabang olahraga resmi di KONI, Tedi mengaku jika pihaknya tidak menetapkan target waktu tertentu. Saat ini, yang menjadi fokus dari Forlempika yakni dengan penyusunan pengurus mulai dari level pusat, provinsi hingga tingkat kota/kabupaten, penyusunan AD/ART, hingga pada format dan nomor pertandingan.

“Jadi perjalanan kita masih sangat jauh, tapi kalau tidak dimulai dengan deklarasi ya semua cita-cita kita tidak akan tercapai. Kami pun berharap pada ajang Porda Jabar XIII tahun 2018 nanti di Kabupaten Bogor, olahraga lempar pisau dan kapak bisa dipertandingkan sebagai cabang olahraga eksbisi. Dan jika sampai diterima sebagai olahraga resmi KONI, ini akan menjadi catatan menarik karena Indoneia menjadi yang pertama memiliki federasi sekaligus diakui KONI,” pungkasnya.

(Ageng/Yun)

There are no comments yet