Ini Alasan Lempar Pisau dan Kapak Layak Diakui Sebagai Cabor Anggota KONI

0
305
BANDUNG, FOKUSJabar.com : Komunitas lempar pisau dan kapak mendeklarasi Federasi Olahraga Lempar Pisau dan Kapak Indonesia atau Forlempika sebagai langkah pertama mengupayakan lempar pisau dan kapak diakui sebagai Cabang Olahraga (Cabor) resmi KONI. Beberapa alasan pun mendasari jika lempar pisau dan kapak memang layak diakui sebagai cabang olahraga anggota KONI.
Ketua Tim Adhoc Deklarasi Forlempika, Asep Tedi menuturkan, cabang olahraga lempar pisau dan kapak sendiri merupakan cabang olahraga terukur. Pasalnya, cabang olahraga lempar pisau dan kapak memiliki regulasi pertandingan yang jelas. Mulai dari nomor pertandingan hingga aturan penilaian.
“Jadi ukuran seseorang meraih juara dalam pertandingan lempar pisau dan kapak ini jelas, ada akumulasi poin yang dicapai. Mulai dari poin tertinggi yakni lima hingga poin terendah yakni satu,” ujar Tedi saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (25/9/2017).
Untuk kategori yang dipertandingan pun, lanjut Tedi, sudah jelas. Mulai dari kategori spin, half spin, dan no spin. Selain itu, untuk jarak lemparan pun sudah memiliki ketetapak yakni mulai dari dua meter hingga tujuh meter.
“Termasuk jenis pisau yang digunakan di setiap kategori ada aturannya. Seperti untuk nomor spin dengan panjang pisau minimal 30,5 cm dan berat 300 gram. Dan untuk kategori half spin dan no spin, panjang pisau minimal 24,5 cm dengan berat 180 gram,” tambahnya.
Tak hanya itu, untuk menggeluti cabang olahraga ini membutuhkan fokus, dan kebugaran badan. Cabang olahraga lempar pisau dan kapak pun bisa membangun self develompmen atau pengembangan diri bagi yang melakukannya.
“Jadi ini sudah memenuhi kriteria cabang olahraga yang positif. Tidak hanya bagi pelakunya, tapi juga bagi masyarakat. Ini karena pisau yang digunakan itu hampir semua hasil perajin lokal. Jadi kalau jadi cabang olahraga resmi, ini akan memberikan dampak positif bagi perajin pisau lokal,” tuturnya.
Untuk kejuaraan, olahraga lempar pisau dan kapak sendiri sudah memiliki kejuaraan tersendiri. Di level dunia, sudah sering digelar berbagai kejuaraan meski masih belum diakui secara resmi oleh induk organisasi olahraga dan hanya berupa kegiatan komunitas atau penggiat. Untuk level nasional, pihaknya sendiri sudah menggelar setidaknya tiga kali kejurnas sejak tahun 2010.
“Jadi dari sisi regulasi pertandingan sudah siap, lalu olahraga ini terukur, bisa dipertandingkan, berdampak positif terhadap kepribadian atlet, juga berdampak postif terhadap ekonomi masyarakat. Maka saya pikir cukup alasan kalau lempar pisau dan kapak ini adalah sebuah olahraga dan layak diakui sebagai cabang olahraga resmi KONI,” tegasnya.
(ageng/bam’s)

There are no comments yet