Mahasiswa Harus Bijaksana Hadapi Faham Radikalisme

0
31
Mahasiswa Harus Bijaksana Hadapi Faham Radikalisme. (FOKUSJabar/Riza)

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAID Darussalam menggelar kegiatan seminar bertajuk Dialog Kabangsaan, menjaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia melalui Perppu Ormas nomor 2 tahun 2017 di Aula Multimedia IAID Ciamis, Selasa (19/9/2017).

Kegiatan yang dihadiri lewbih dari 200 mahasiswa itu diisi dua narasumber, yakni Kepala Kemenag Ciamis, H Yusron Khalid dan Kepala Kesbangpol Ciamis, Andang Firman.

Presiden BEM IAID Ciamis, Fajar Fanji Gumilar mengatakan, mahasiswa harus menjadi agen terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Apalagi saat ini muncul faham-faham radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI.

“Saya harap, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat harus mampu membuat perbedaan untuk saling melengkapi, jangan malah perbedaan itu diperuncing dan malah akan menjadikan konflik,” katanya.

Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu menjaga toleransi antar ras, suku dan agama. Hal tersebut penting ditanamkan kepada mahasiswa sebagai penerus bangsa agar mampu menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Sementara itu Kepala Kemenag Ciamis, H Yusron Khalid menekankan agar mahasiswa jangan terbawa arus faham-faham radikalisme yang bisa merusak kesatuan dan persatuan.

“Banyak faham-faham yang malah menjerumuskan ke arah negatif, sebagai mahasiswa harus jadi agen perubahan yang mampu menjaga NKRI,” katanya.

Menurut Yusron, paham radikalisme di Indonesia harus dibasmi karena meresahkan masyarakat.

“Ini tugas mahasiswa bagaimana caranya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak masuk atau terbawa faham-faham radikisme,” katanya.

Yusron menegaskan, mahasiswa tidak dibatasi untuk berekpresi atau mengkritik pemerintah sekeras apa pun.

“Hanya ada batasan-batasan tertentu, jangan salah kaprah,” jelasnya.

(Riza Irfansyah/Yun)

There are no comments yet