Pemimpin otoriter bertujuan untuk setara dengan Amerika Serikat
SEOUL
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menegaskan negaranya akan membentuk “keseimbangan” dengan Amerika Serikat dengan menyelesaikan pengembangan senjata nuklirnya meskipun ada sanksi, menurut media pemerintah, Sabtu.

Komentar Kim dilaporkan datang saat mengawasi peluncuran rudal balistik terakhir Korea atas Jepang pada hari sebelumnya.

“Kita harus dengan jelas menunjukkan kekuatan besar chauvinis bagaimana negara kita mencapai tujuan menyelesaikan kekuatan nuklirnya meskipun ada sanksi dan blokade tanpa batas,” kata Kim seperti dikutip oleh kantor berita KCNA.

Pyongyang dipukul dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kesembilan sejak 2006 menyusul uji coba nuklir terakhirnya pada tanggal 3 September. Korea Utara dilarang melakukan tes nuke dan peluncuran rudal balistik.

Langkah-langkah hukuman terbaru termasuk membatasi akses Korut ke minyak, namun para analis yakin negara tertutup tersebut dapat bertahan menghadapi sanksi tersebut dengan dukungan China dan Rusia.

Presiden A.S. Donald Trump kembali memperingatkan Pyongyang mengenai opsi militer yang “luar biasa” setelah peluncuran rudal pada hari Jumat.

Sementara Korea Utara menolak untuk menerima tawaran dialog Korea Selatan, ucapan Kim membuatnya jelas bahwa Pyongyang menginginkan penghormatan Washington.

“Tujuan akhir kami adalah untuk membangun keseimbangan kekuatan riil dengan A.S. dan membuat penguasa A.S. tidak berani membicarakan opsi militer (a),” katanya.

Pemimpin Korea Utara juga mengisyaratkan akan memerintahkan lebih banyak provokasi karena Pyongyang bertujuan untuk menguasai kemampuannya untuk menyerang A.S. dengan hulu ledak mini yang dipasang pada rudal balistik antar benua.

There are no comments yet