PBB Desak Myanmar Beri Status Kewarganegaraan bagi Rohingya

0
40
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, Myanmar harus memberi kewarganegaraan bagi Rohingya agar mereka bisa menjalani kehidupan secara normal. (AFP PHOTO / KENA BETANCUR)

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.com : Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak Pemerintah Myanmar memberikan status kewarganegaraan bagi etnis muslim Rohingya atau status hukum yang memungkinkan mereka menjalani kehidupan secara normal.

Melansir CNN, Kamis (14/9/2017), Guterres mengungkapkan keprihatinannya mengenai kekuatan militer yang berlebihan yang dikerahkan selama operasi keamanan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Pihaknya meminta langkah segera untuk mengakhiri kekerasan tersebut.

Pada sebuah konferensi pers di New York, Guterres menyerukan penghentian kampanye militer di Rakhine dan mengatakan pengusiran Rohingya di Myanmar sebagai aksi pembersihan etnis.

“Saya meminta pihak berwenang Myanmar menangguhkan tindakan militer, mengakhiri kekerasan, menegakkan supremasi hukum dan mengakui hak untuk mengembalikan semua orang yang harus meninggalkan negara tersebut,” kata Guterres dalam sebuah konferensi pers, dikutip AFP.

Saat ditanya mengapa memilih istilah pembersihan etnis Rohingya, Guterres menjawab: “Ketika sepertiga penduduk Rohingya harus melarikan diri dari negaranya, dapatkah Anda menemukan kata yang lebih tepat untuk menggambarkannya?”.

Ini adalah pertama kalinya Dewan Keamanan PBB menyetujui respons gabungan terhadap krisis yang dipicu tindakan kekerasan militer, menyusul serangan militan Rohingya pada akhir Agustus lalu.

Juru bicara Suu Kyi sebelumnya mengatakan, peraih Nobel hak asasi manusia itu akan menyampaikan pidato pada pekan depan mengenai perdamaian dan rekonsiliasi di Myanmar.

(Agung/Yun)

There are no comments yet