Komisi B DPRD Garut Rekomendasikan Proyek Normalisasi Situ Bagendit Ditutup

0
54
Audensi proyek Normalisasi Situ Bagendit disoal warga

GARUT, FOKUSJabar.com : Komisi B DPRD Garut setuju menutup sementara proyek Normalisasi Situ Bagendit hingga semua proses dan mekanisme perizinanan, keterlibatan lokal, kerusakan lingkungan belum diselesaikan.

Hal tersebut diputuskan setelah beberapa narasumber dari masyarakat sekitar dengan adanya keresahan terkait proyek Normalisasi Situ Bagendit. Terlebih, adanya one prestasi yang dilakukan oleh pelaksana Normalisasi, PT Artha Banyuresmi dinilai tidak melaksanakan butir-butir kewajiban yang telah disepakati dengan Paguyuban Masyarakat Lintas Situ Bagendit (Pamsibas).

Salah satunya, esensi dari Normalisasi ternyata eksploitasi material kandungan Situ Bagendit sudah mencapai kedalaman 16 meter. Dengan begitu, dapat menimbulkan kerusakan Lingkungan.

Sekretaris Pamsibas, Roni menegaskan, semua MoU dilanggar. Termasuk kedalaman penyedotan  kandungan pasir sudah mencapai 16 meter. Padahal, di dalam MoU cuma 6 meter.

“ Ini sudah merusak lingkungan dan diluar perjanjian. Karenanya, MoU tersebut kami anggap batal demi hukum. Belum lagi, janji-janji kepada masyarakat tidak direalisasikan pelaksana,” ungkap Roni.

Ketua Komisi B DPRD Garut, Dudeh Ruhiyat mengambil sikap dan keputusan menutup sementara lokasi proyek Normalisasi Situ Bagendit sebelum semua permasalahan di lapangan terkait teknis, lingkungan.

Secara kelembagaan, DPRD meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera menutup semua aktivitas proyek di Situ Bagendit.

” Dari kesimpulan audensi dengan masyarakat sekitar Situ Bagendit dan para SKPD, maka kami merekomendasikan proyek Nomalisasi ditutup sementara sebelum masalahya clear. Terlebih, isunya jelas bergeser dari Normalisasi menjadi eksploitasi pasir yang merusak lingkungan dan merusak tata ruang,” pungkas Dudeh.

(Andian/Bam’s)

There are no comments yet