Polres Garut Periksa Dua Orang Saksi Terkait Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah Eks Pasar Cibatu

0
23
Endang Parman, salah satu saksi jual beli lahan eks pasar Cibatu, saat menjalani pemeriksaan di ruangan unit Reskrim Polres Garut.(FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.com : Polres Garut terus mengembangkan  penyelidikan kasus dugaan penipuan jual beli tanah eks Pasar Cibatu. Kasus tersebut menyeret Kepala Desa Keresek, Tatang Juhendar sebagai kuasa dari pemilik lahan Lik Santoso.

Demikian diungkapkan Plh. Kasat Reserse Kriminal Polres Garut, IPTU Solah Parawani. Menurutnya, sebanyak dua saksi tengah dimintai keterangannya.

” Kami terus mengembangkan penyelidikan atas kasus dugaan penipuan jual beli lahan eks Pasar Cibatu dengan menghadirkan  dua orang saksi,” kata Solah, Rabu (6/9/2017).

Pihaknya telah menerima laporan dari korban, Asep Ahmad warga Perumahan Cibatu Indah, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu. Tahun 2014 lalu, korban telah membeli tanah seluas 10 tumbak dari Kepala Desa Keresek, Tatang Juhendar senilai Rp80 juta.

Kasus dugaan penipuan itu menjerat Kepala Desa Keresek. Pasalnya, tanah yang sudah dibelinya dibangun oleh orang lain tanpa ada pemberitahuan.

” Hari ini menghadirkan dua orang saksi dan tengah menjalani pemeriksaan di Unit Tipidter Polres Garut,” imbuhnya.

Korban merasa dirugikan materi sebesar Rp80 juta, atas perbuatan Kepala Desa, Tatang Juhendar.

Sementara salah satu saksi, Suparman yang juga Kepala Desa Cibunar mengatakan, dirinya datang ke Polres Garut untuk memenuhi panggilan sebagai saksi atas jual beli lahan tanah eks Pasar Cibatu.

” Saya datang memenuhi panggilan sebagai saksi dan menjalani pemeriksaan terkait proses jual beli tanah tersebut,” katanya.

Endang menuturkan, pada proses jual beli tanah seluas 10 tumbak, dirinya sebagai marketing atas perintah pemilik lahan Lik Santoso. Namun, saat transaksi jual beli dengan Asep Ahmad, dirinya tidak mengetahui sudah ada pembayaran.

Saksi lain, Komar, warga Kampung Kaum, Desa Keresek, mengatakan, saat proses jual beli lahan tanah tersebut, antara Tatang Juhendar dan Asep Ahmad, sudah sah dengan adanya pembayaran sebesar Rp80 Juta.

Disebutkan Komar, pada saat pemeriksaan di Polres Garut, dirinya dimintai keterangan oleh penyidik, seputar proses jual beli lahan eks pasar cibatu.

” Saya saat transaksi mengetahui kalau Asep Ahmad membayar seluruhnya sebesar Rp80 Juta,” singkatnya.

(Andian/Bam’s)

There are no comments yet