Pembangunan BIJB Terus Digenjot

0
15
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pembangunan Bandara Internasional Jawa (BIJB) Kertajati kabupaten Majalengka terus digenjot, bahkan di targetkan bisa di gunakan untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah haji asal Jabar tahun 2018 mendatang.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI memberi lampu hijau percepatan sehingga di targetkan dapat digunakan pada 2018 mendatang.
Menurut Aher panggilan Ahmad Heryawan, wacana percepatan pembangunan BIJB tersebut telah dirapatkan bersama pihak kementerian beberapa waktu lalu, sekaligus membahas percepatan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) .
“Bandara Kertajati ada komitmen yang kuat dari Pemprov Jabar dan stakeholder lainnya sehingga pada 2018 bisa digunakan. Cita-citanya pada 2018 calon haji berangkat dari Kertajati. Kalau bisa dilakukan, ini menjadi reputasi internasional. Sekitar 38 ribuan calon haji Jawa Barat akan berangkat dan mendarat di Kertajati,” kata Aher,  di Gedung Sate jalan Diponegoro kota Bandung, Selasa (5/9).
Lanjut Aher, Percepatan pembangunan ini, lanjutnya, akan di genjot dengan cara mempercepat penyelesaian pengerjaan pembangunan BIJB. Termasuk, katanya, pembagian saham BIJB dengan Angkasa Pura II.
Aher mebyebutkan, nantinya, jika Angkasa Pura II sudah bergabung dengan BIJB, maka BIJB akan segera menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) untuk mengoperasikan bandaranya bersama pihak lainnya sesuai porsi dan tugas masing-masing.
Selain itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri, akan segera memperpanjang runaway sepanjang 500 meter, atau dari yang awalnya sepanjang 2.500 meter akan menjadi 3.000 meter. Selain itu, 300 meter runaway tambahan pun dibutuhkan kembali sehingga diharuskan ada pembebasan lahan kembali.
“Kami segera anggarkan untuk pembebasan lahan ini di APBD perubahan 2017. Kami minta pemerintah pusat juga memberikan perintah khusus kepada BPN supaya lebih cepat proses pembebasan lahannya,” ucap dia.
Selanjutnya, sebelum memperpanjang runaway menjadi 3.300 meter, Aher mengatakan pihaknya akan menganggarkan pelebaran jalan non-tol penghubung Tol Cipali dengan BIJB sepanjang tidak kurang dari 4 kilometer. Setelah itu, pihaknya akan segera menganggarakan pembebasan lahan pembangunan akses tol Cisumdawu-Cipali dengan BIJB.
“Jadi nanti dari Cipali, kendaraan bisa mencapai BIJB melewati jalan umum yang sudah dilebarkan, atau melalui jalan tol. Pembebasan lahan untuk pelebaran jalan bisa dimulai 2017, begitu juga untuk akses tolnya,” kata Aher.
Aher memastikan, anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan terkait pembangunan akses tol ke BIJB tersebut sebesar lebih dari Rp 120 miliar.
Oleh karena itu, Aher menyatakan, BIJB kemungkinan besar akan beroprasi terlebih dahulu pada 2018, sebelum operasional Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang dicanangkan rampung pada 2019.
“Saya yakin, dengan rampungnya BIJB terlebih dahulu, akan semakin mempercepat perampungan Tol Cisumdawu,” tuturnya.
(AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here