Pengamat : Jaringan Saracen Sasar Kepentingan Politik dan Komersial

0
51
Pengamat : Jaringan Saracen Sasar Kepentingan Politik dan Komersial (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepolisian Republik Indonesia telah menangkap sejumlah orang yang diduga terkait dalam jaringan Saracen, yang menyebarkan ujaran kebencian atau SARA, termasuk informasi hoax (palsu) melalui media sosial. Mereka ini bekerja atas dasar pesanan, utamanya terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dampak penyebaran hoax dan ujaran kebencian akibat jaringan Saracen sudah cukup dahsyat karena diketahui sudah menghimpun sekira 800 ribu user.

Terkait hal itu, Pakar Teknologi Informasi (IT), Ruby Alamsyah mengatakan, Polri telah menangkap jaringan Saracen karena telah terbukti dan terorganisir menyebarakan hoax. Ruby menyebutkan ini adalah pertama kalinya di Indonesia terungkap jaringan penyebar hoax yang berdampak terhadap kerukunan masyarakat.

“Sebelumnya juga mungkin banyak kelompok seperti ini, tapi tidak terorganisir. Ini yang pertama yang terungkap dan jaringannya terorganisir,” kata Ruby kepada PRFM, Minggu (27/8/2017) kemarin.

Menurut Ruby, jaringan tersebut menyasar kepentingan politik dan kepentingan komersial sehingga masyarakat Indonesia dengan mudah terprovokasi dengan informasi yang tersebar mudah di jejarins sosial. Padahal, Ruby menuturkan, seharusnya masyarakat tidak gampang percaya dengan isu-isu yang belum terbukti dan diperoleh dari sumber yang tidak terpercaya.

“Dengan terbongkarnya jaringan ini (Saracen) kita berharap masyarakat mengetahui ternyata ada kelompok produsen retail hoax sehingga bisa jauh lebih waspada dan benar-benar mengetahui bahwa info yang didapat belum tentu suatu kebenaran,” harap Ruby.

Akan lebih baik lagi, lanjut Ruby, jika pihak kepolisian selaku penegak hukum juga bisa melakukan pengungkapan terhadap para pemesan berita hoax supaya menimbulkan efek jera dan kekhawatiran masyarakat bisa dihindari atau diminimalisir.

(Vetra)

There are no comments yet