Komisi D DPRD Garut Mengutuk Keras Kekerasan Terhadap Siswa 

0
80
Komisi D DPRD Garut, Mengutuk Keras Kekerasan Terhadap Siswa. (FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.com : Kekerasaan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Garut. Kini menimpa murid SDN Tarogong 2, Kecamatan Tarogong Kidul.

Anggota Komisi D DPRD Garut Yusep Mulyana mengutuk kekerasan anak yang terjadi di SDN Tarogong 2.

” Saya sangat menyesalkan kekerasaan terhadap anak kembali dan kembali lagi terulang,” kata politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Yusep kepada FOKUSJabar.com, Jumat (25/8/2017).

Yusep mengaku menerima laporan dari orang tua korban kekerasan anak dibawah umur yang dilakukan oleh guru senior (wali kelasnya). Konon, pelaku dilindungi serta ditutup-tutupi Kepala Sekolah .

” Saya minta Kepada Dinas Pendidikan atau UPT Pendidikan Tarogong Kidul tutup mata dan telinga atas masalah kekerasan terhadap anak didik,” ucap Yusep.

Menurut dia, UU No35 tahun 2014 pasal 76c menyebutkan, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

Sementara sanksi bagi orang yang melanggar pasal tersebut (pelaku kekerasan/peganiayaan) ditentukan dalam Pasal 80 UU 35/2014. Yakni, (1)  Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2)  Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(3)  Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

(4)  Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.

” Saya minta Kepolisian menindak tegas pelaku tersebut,” pungkasnya.

 (Andian/Bam’s)

There are no comments yet