Bulutangkis Kota Bandung Siap Pertahankan Gelar Juara Umum Porda Jabar

0
43
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Bandung akan mempertahankan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII tahun 2018 di Kabupaten Bogor. Tim Bulutangkis Kota Bandung adalah juara umum dan meraih empat medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu pada gelaran Porda Jabar tahun 2014 di Kabupaten Bekasi

Ketua Umum Pengcab PBSI Kota Bandung, Tjetje Soebrata menuturkan, target awal untuk mengulang sukses Porda Jabar 2014 yakni dengan berupaya meloloskan semua nomor pertandingan di Porda Jabar XIII/2018. Pada multieven olahraga empat tahunan di Jabar yang akan digelar di Kabupaten Bogor pada Oktober 2018, cabang olahraga bulutangkis akan mempertandingkan sebanyak delapan nomor. Yakni tunggal putra putri, ganda putra putri, ganda campuran, beregu putra putri dan beregu Sudirman.

“Pada Porda Jabar 2014 lalu ada tujuh nomor yang dipertandingkan dan kami meraih empat medali emas dari beregu putra, beregu putri, tunggal putra, dan tunggal putri. Dan untuk Porda Jabar 2018 nanti, kita berharap bisa mengulang sukses dfan langkah awalnya dengan meloloskan atlet di semua nomor,” ujar Tjetje saat ditemui di sekretariat Pengcab PBSI Kota Bandung, Jalan Lodaya Kota Bandung, Selasa (22/8/2017).

Untuk mencapai target awal dengan meloloskan semua nomor, lanjut Tjetje, pihaknya pun sudah membentuk susunan tim bulutangkis Kota Bandung dengan Gitta Ramadhyana Karmas sebagai manajer dan ditangani dua pelatih yakni Didin Rahmat serta Yudi Iskandar. Manajemen tim bulutangkis Kota Bandung tersebut pun bertugas membentuk komposisi atlet yang akan disiapkan menghadapi babak kualifikasi Porda Jabar XIII yang rencananya akan digelar pada Desember 2017 mendatang.

“Sebenarnya, kami sudah memiliki komposisi bayangan atlet yang berpatokan pada batasan usia maksimal 23 tahun. Namun ternyata ada perubahan batasan usia maksimal menjadi 21 tahun sehingga memaksa kami melakukan perombakan ulang komposisi tim. Setidaknya 80 persen atlet harus kami ganti, padahal potensi atlet di usia 23 tahun yang kami miliki sangat besar,” terangnya.

Manajer Tim Bulutangkis Porda Jabar XIII Kota Bandung, Gitta Ramadhyana Karmas menambahkan, dengan perubahan ketentuan batasan usia maksimal menjadi 21 tahun tersebut, pihaknya pun harus mengulang seleksi dan berdampak pada keterlambatan persiapan. Saat ini, pihaknya pun sudah menjaring sekitar 19 atlet dan masih dibutuhkan sekitar empat atlet untuk memenuhi komposisi ideal yang akan masuk dalam tahapan pemusatan latihan.

“Kita akan fokus mempersiapkan atlet untuk menghadapi babak kualifikasi dan meloloskan semua nomor. Setelah itu, kita akan lihat peluang untuk meraih medali emas dari nomor apa saja, termasuk melihat peta persaingan bulutangkis di Jabar pada usia maksimal 21 tahun tersebut,” ujar Gitta.

Selain itu, lanjut Gitta, pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan klub-klub sebagai otoritas pemilik atlet. Pihaknya pun akan secepatnya menyelesaikan semua administrasi atlet yang dibutuhkan sehingga tidak akan mengganggu persiapan untuk menghadapi babak kualifikasi Porda Jabar XIII.

“Untuk pelaksanaan pemusatan latihan sendiri, kita targetkan paling lambat dimulai di bulan September 2017 nanti. Kita harus melakukan persiapan sedini mungkin untuk bisa meloloskan atlet di semua nomor dan mengulang sukses Porda Jabar 2014. Menurut data dari PBSI Jabar, setidak 50 persen atlet Jabar itu berasal dari Kota Bandung dan itu jadi potensi kita. Jadi kalau sampai tidak lolos, sangat keterlaluan karena Kota Bandung merupakan barometer bulutangkis Jabar sekaligus pemegang gelar juara umum Porda Jabar cabang olahraga bulutangkis,” pungkasnya.

(ageng/dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here