Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

0
99
Balon Raksasa milik LSM BAIS (Foto. Andian)

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Bendera Merah Putih sepanjang 300 meter dibentangkan di Rawayan Cilaki (Foto. Andian)

Seperti yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Anak Indonesia Satu (LSM BAIS), selain menerbangkan dua buah balon raksasa juga membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 300 meter.

Pelepasan balon udara dan pemasangan bendera bertempat di Rawayan atau jembatan gantung penghubung Kabupaten Garut dan Cianjur di atas Sungai Cilaki, Kampung Cipamalayan, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Kamis (17/8/2017).

Tradisi unik yang dilakukan LSM BAIS mendapat sambutan antusias dari warga setempat. Tak heran, jika kegiatan tersebut menjadi tontonan gratis warga Kecamatan Cisewu.

Balon Raksasa mengudara di langit perbatasan Garut-Cianjur (Foto. Andian)

Satu persatu balon raksasa berdiameter 4 meter hingga lima meter tersebut dinaikkan dengan bantuan asap dari pembakaran rumput dan kain. Hiburan segar yang hanya bisa dijumpai satu tahun sekali tersebut menambah semarak suasana perayan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Kabupaten Garut.

“ Ini tradisi yang saban tahun kami lakukan. Dengan kegiatan ini akan tercipta rasa kebersamaan dan kekompakan saat membentangkan bendera dan menaikkan balon raksasa,” ungkap Ketua Umum DPP LSM BAIS, Asep Imam Susanto.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa menambah semarak perayaan HUT Kemerdekaan RI serta menjadi daya tarik warga.

Rawayan Cilaki lanjut Asep Imam, menghubungkan dua kampung. Yaitu, Kampung Cipamalayan, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut dengan Kampung Ciseureuh, Desa Cimaragang, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.

Jembatan tersebut sangat vital sebagai akses kegiatan masyarakat kedua kampung yang terpisahkan oleh Sungai Cilaki.

Dengan begitu, aktivitas masyarakat menjadi terbantu. Baik dari segi perekonomian dan pendidikan.

Jembatan yang konstruksinya terbuat dari bambu, besi dan kabel baja itu dalam sekali jalan hanya dibolehkan tiga orang saja untuk satu kali nyebrang.

(Andian/Bam’s)

There are no comments yet