Hati-hati Dalam Penetapan Batasan Usia Atlet di Porda Jabar XIII

0
5
Kejurnas Atletik (Foto. Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pembatasan usia atlet di cabang olahraga menjadi salah satu hal krusial menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII di Kabupaten Bogor pada tahun 2018 mendatang. Bahkan hingga saat ini, beberapa cabang olahraga belum bisa dipastikan berapa batasan usia atlet yang berhak berlaga di ajang multieven olahraga daerah empat tahunan tersebut.

Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jabar, Verdia Yosef menuturkan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika cabang olahraga melakukan pembatasan usia atlet dengan tujuan regenerasi. Namun, pihaknya mengingatkan setiap cabang olahraga untuk tidak pula mengabaikan kepentingan Jabar untuk menghadapi multieven lebih tinggi yakni Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Silakan lakukan pembatasan usia, tapi ingat jangan abaikan potensi atlet emas untuk PON 2020 nanti. Kalau Porda ini digelar tanpa ada kontribusi positif bagi prestasi di PON, buat apa juga,” ujar Yosef saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung.

Dalam menentukan pembatasan usia atlet, Yosef meminta setiap cabang olahraga melakukan pertimbangan ketat. Mulai dari pemetaan kekuatan atlet nasional di cabang olahraga bersangkutan pada setiap rentang usia. Tak hanya itu, bagaimana terkait ketentuan pembatasan usia yang kemungkinan diterapkan cabang olahraga bersangkutan di PON XX tahun 2020 mendatang.

“Seperti di Pencak Silat, yang keukeuh ingin membatasi usia maksimal atlet pada Porda Jabar XIX itu pada usia 21 tahun. Tapi berdasarkan pemetaan kami, kekuatan atlet Jabar di level nasional itu ada pada usia 26-31 tahun dan tujuh medali emas yang diraih Jabar pada PON XIX lalu disumbangkan atlet-atlet di atas 25 tahun,” terangnya.

Jika pembatasan usia 21 tahun di Porda Jabar XIII cabang olahraga Pencak Silat diberlakukan, Yosef pun khawatir dengan atlet peraih tujuh medali emas di PON XIX lalu yang tidak terakomodir. Bukan tidak mungkin, atlet tersebut justru memilih hengkang ke luar provinsi Jabar karena tidak terakomodir oleh batasan usia yang diberlakukan tersebut.

“Ini kan jadi merugikan bagi kita, bagi Jabar. Untuk di PON XX sendiri mereka masih punya peluang meeraih medali emas karena masih direntang usia emas yakni 28 tahun. Karena itu, aturan pembatasan usia ini harus benar-benar dikaji dengan bijak. Pembinaan bagus, tapi jangan menghilangkan potensi prestasi pada skala yang lebih besar,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here