DPP Golkar Minta Kandidat Calon Kepala Daerah Pertahankan Elektabilitas

0
17
Ketua Dewan Pkar Partai Golkar Agung Laksono (Foto:LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.com: DPP Partai Golkar meminta para kandidat calon kepala daerah dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub), Pilwalkot dan Pilbup agar terus meningkatkan serta mempertahankan elektabilitas dan hingga pelaksanaan dilakukan di 2018.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, meski optimistis bahwa Golkar akan mengusung Dedi Mulyadi sebagai Cagub di Pilgub Jabar 2018, Agung tetap meminta Dedi mempertahankan popularitas dan elektabilitasnya sampai pendaftaran pasangan calon di KPU dilakukan pada Januari 2018. Hal itupun kata Agung, harus dilakukan Cabup, Cawabup, Cawalkot dan calon wakil wali kota dari partai Golkar.

Terlebih menurut dia, Pilkada adalah jembatan strategis untuk memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Kaitannya dengan penetapan bakal calon, pihaknya mengatakan bahwa itu harus dipertimbangkan sungguh-sungguh, salah satunya dengan alat bantu yang dimiliki, yakni hasil survei.

Lebih lanjut Agung menyatakan, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi telah matang di dunia politik dan pemerintahan. Hal itu terlihat dari pengalaman Dedi menjadi Ketua DPRD Purwakarta, Wakil Bupati Purwakarta hingga menjadi Bupati Purwakarta.

“Saya optimistis untuk Jawa Barat, Golkar akan mengeluarkan rekomendasi mengusung Dedi Mulyadi. Pengalamannya sangat menjanjikan. Ibaratnya buah sudah matang di pohon,” kata Agung di Bandung, Sabtu (12/8/2017).

Kendati begitu, Agung mengatakan agar Golkar di tingkat daerah tidak terlalu terburu-buru memutuskan pasangan calon kepala daerahnya. Begitupun dalam menentukan koalisi partai. Terlebih semuanya harus dilakukan sangat hati-hati dan memperhitungkan berbagai aspek.

“Jangan sampai masih jauh-jauh hari sudah dikunci. Padahal kemungkinan masih terbuka, ada peluang untuk lebih demokratis. Semua Pilkada di 171 daerah ini adalah golden bridge kemenangan di Pilpres dan Pileg 2019,” katanya.

Agung menuturkan belum ada target minimal pemenangan pemilihan di 171 daerah tersebut. Diperkirakan, Partai Golkar menargetkan 65 persen kemenangan dari 171 pemilihan tersebut. Sebab pilkada lalu, Golkar memenangkan 58 persen Pilkada di Indonesia, dari target 60 persen.

Namun demikian, Agung pun mengapresisasi DPD Partai Golkar yang merintis komunikasi dengan DPD PDIP menjelang Pilgub, Pilwalkot, dan Pilbup Jawa Barat 2018. Tidak menutup kemungkinan, kerjasama dua partai ini akan terbuka untuk partai lainnya yang ingin bergabung.

(LIN)

There are no comments yet