Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

0
8

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas kloter lainnya, seperti TPIHI, TPHI dan TKHI.

Dalam satu kloter petugas ini berjumlah enam orang, yakni satu dokter, dua perawat, satu TPIHI dan satu TPHI yang biasanya menjadi ketua kloter. Tugas mereka jelas membantu jamaah haji dalam kloter tersebut. Lalu bagaimana dengan TPHD?

Sebelum keberangkatan, seluruh petugas dikarantina selama 10 hari di Embarkasi Bekasi. Mereka dibekali keterampilan dan cara melayani serta membantu jamaah haji di pesawat hingga sampai di Haramain dan pulang ke tanah air nanti. Termasuk TPHD yang difungsikan membantu lima petugas lainnya.

Petugas TPHD asal Jabar saat membantu mendorong kursi roda jamaah haji sepuh asal Jabar (foto: IST)
Petugas TPHD asal Jabar saat membantu mendorong kursi roda jamaah haji sepuh asal Jabar (foto: IST)

 

Seperti yang dilakukan petugas TPHD asal Jabar Rusman Nuryaman. TPHD yang berangkat dari kloter Kabupaten Bandung ini dari awal berikrar bahwa dirinya akan berkhidmat kepada jamaah haji dengan kemampuannya.

Keinginan untuk berkhidmat dan menjaga nama baik Jabar begitu dijaga Rusman dan kawan-kawan petugas TPHD asal Jabar lainnya. Tak jarang mereka dianggap bukan petugas oleh segelintir orang, namun menurut mereka penilaian Alloh lebih penting dari segalanya.

Maka tak heran jika semangat para petugas TPHD Jabar 2017 tidak pernah gentar dan mereka terus berupaya membantu jamaah haji asal Jabar dengan kemampuan yang mereka miliki. Kalau berbicara tugas dari TKHI, TPIHI dan TPHI tentu sudah jelas.

“Saya siap melakukan apa yang saya bisa, bahkan jika harus menggendong jamaah haji yang sepuh dan memerlukan tenaga saya,” begitu kira-kira ucapannya saat pelatihan.

Untuk memuluskan niat mereka berkhidmat, sejak pelatiha 10 hari di Embarkasi Bekasi dibuat grup WhatsApp (WA). Di grup itulah mereka berkoordinasi dan menanyakan kepada yang berkompeten terkait apa saja yang belum di ketahui.

Ungkapan Rusman itu ternyata tidak hanya kering di lidah dan terbang tersapu angin. Sesampainya di Madina, dia lakukan apa yang dia ucapkan. Dari mulai membantu jamaah yang tertinggal dari rombongan, hingga menggendong jamaah yang tidak kuat berjalan. Kabar ini tidak untuk menceritakan kebaikan.

Di sana dia tak segan menawarkan tenaganya kepada jamaah sepuh yang memerlukan. Sebelumnya dia mengantarkan jamaah dari luar Indonesia yang tertinggal dari rombongan, kemudian membantu mendorong kursi roda jamaah sepuh. Dia siap menggendong jamaah sepuh untuk sekedar masuk dan turun dari bus bahkan untuk membeli sesuatu yang diperlukan.

Hari ini pun dia menggendong jamaah sepuh yang menurut dia perlu tenaga dari badan besar yang dikaruniakan Alloh kepadanya.

Subhanalloh, semoga Alloh terus menjaga niat para petugas kloter Jabar khususnya dan seluruh dunia umumnya untuk berkhidmat kepada para tamu Alloh di Haramain.

(LIN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here