Yudha Puja Turnawan: Tahun 2018, Garut Wajib Implementasikan SRG

0
58
Yudha Puja Turnawan dan salah seorang petani asal Kecamatan Banyuresmi (Foto. Rik)

GARUT, FOKUSJabar.com : Anggota DPRD Garut dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Yudha Puja Turnawan menyebut, tahun depan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) wajib direalisasikan. Terlebih, pemerintah pusat meminta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menganggarkannya.

Permendagri 33 tahun 2017 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2018, di halaman 93 secara eksplisit tertulis, guna peningkatan nilai tukar petani, pemberdayaan UKM maupun pengendalian inflasi daerah, Pemda menganggarkan dalam APBD dukungan pendanaan guna melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang SRG sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UU No9 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU No9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang.

Sejauh ini kata Yudha, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut belum mengimplementasikannya. Padahal, gudangnya sudah dibangun oleh pemerintah pusat di wilayah Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi.

“ Di Garut dalam beberapa tahun terakhir ini tidak ada komitmen mengimplementasikan SRG. Semoga kedepannya ada perhatian. Pasalnya, SRG adalah urusan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” harap Yudha, Minggu (6/8/2017).

Menurut dia, para petani akan diuntungkan dengan SRG. Kesejahteraan mereka bisa meningkat, meminimalisir jeratan tengkulak dan para petani memiliki nilai tawar lebih.

“ Sejak saya duduk di DPRD Garut selalu menanyakan masalah SRG. Dengan adanya Permendagri 33 tahun 2017, mau tidak mau Pemda wajib menganggarkan di APBD,” pungkas Yudha.

Sebelumnya FOKUSJabar.com mengabarkan,  di Kabupaten Garut sejak tahun 2011 silam sudah terdapat Gudang Komoditi SRG yang dibangun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Gudang tersebut salah satu persyaratan untuk mengimplementasikan SRG dan telah diserahterimakan Kementerian Perdagangan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Kata Yudha, SRG untuk menyejahterakan petani.

“ Ketika panen raya, biasanya harga komoditi murah. Nah para petani bisa menitipkan hasil taninya di Gudang Komoditi. Setelah harga membaik, mereka bisa menjualnya,” beber Yudha, Minggu (6/8/2017).

Nantinya para petani yang menitipkan hasil pertaniannya mendapatkan dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang terdaftar secara khusus yang diterbitkan oleh pengelola (Resi Gudang).

“ Resi Gudang tersebut bisa diagunkan ke bank yang sudah melakukan MoU dengan Kementerian Perdagangan (BRI dan bjb) jika petani membutuhkan modal untuk biaya tanam selanjutnya,” paparnya.

(Andian/Bam’s)

There are no comments yet